Setelah kemerdekaan, pasukan kepolisian kemudian menjadi satu-satu badan yang diperbolehkan memegang senjata bersama Barisan Tentara Rakyat.
Pegiat Sejarah Surabaya Nanang Purwono mengatakan, Monumen Polri di Jalan Polisi Istimewa masih berkaitan dengan pasukan Polisi Istimewa. "Dahulu di lokasi yang sekarang menjadi sekolah Katolik (SMA St Louis) di Jalan Polisi Istimewa itu merupakan markas pasukan Polisi Istimewa," ujarnya, Selasa (18/1).
Karena itu, Nanang, jalan di depan bekas markas Polisi Istimewa dinamakan Jalan Polisi Istimewa. "Di situ juga ada monumen Perjuangan Polri dan monumen Pak M Jasin menunggang kuda untuk menandai secara fisik atau langsung ada peran Polisi Istimewa di lingkungan itu," bebernya.
Anggota Begandring Surabaya ini melanjutkan, pasukan Polisi Istimewa juga berperan dalam pelucutan senjata pasukan Jepang pasca menyerah kepada sekutu. Tak hanya itu. Pasukan Polisi Istimewa yang dipimpin M Jasin juga memiliki peran besar dalam melawan pasukan sekutu yang dikomandoi Inggris pada November 1945.
"Di prasasti lama tertanggal 21 Agustus 1945 di Monumen Polri itu ada tulisan prasasti polisi istimewa menjadi polisi Republik Indonesia," tandasnya. (rus/nur) Editor : Lambertus Hurek