Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Warga Pesisir Surabaya Diminta Waspada Gelombang Tinggi

Lambertus Hurek • Senin, 17 Januari 2022 | 03:58 WIB
Ratusan perahu nelayan di pantai Bulak, Kenjeran, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
Ratusan perahu nelayan di pantai Bulak, Kenjeran, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
SURABAYA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak gelombang tinggi di perairan pesisir Surabaya. Gelombang tinggi diperkirakan terjadi hingga 20 Januari mendatang.

Kepala Forcester BMKG Tanjung Perak Muhammad Arif Wiyono mengatakan, ada peningkatan sejak 16 Januari lalu dan akan mengalami peningkatan gelombang pada 20 Januari. Peningkatan mencapai dua meter. Sehingga akan berdampak di beberapa kawasan di pesisir Surabaya seperti Perak, Kenjeran, Romokalisari, hingga kawasan Surabaya Timur.

"Ini jadi warning bagi masyarakat yang ada di kawasan pesisir. Karena ketinggian gelombang mencapai dua meter," kata Arif Wiyono, Minggu (16/1).

Dampak ketinggian gelombang itu berimbas pada genangan air di daratan atau banjir rob. Menurut dia, tingginya gelombang ini akibat siklus bulanan. Posisi bulan saat ini di fase tengah bulan atau bulan purnama. Sehingga akan menyebabkan genangan di daratan dengan ketinggian 120 hingga 140 sentimeter dari rata-rata permukaan air laut.

"Dampaknya, muncul genangan di daratan yang dapat mengganggu transportasi di sekitarnya karena adanya astronomi ini yang utama. Waktunya terjadi pukul 22.00 hingga pukul 24.00. Untuk fenomena yang lain saya rasa gak ada," paparnya.

Ia menambahkan, tinggi gelombang juga berpengaruh pada kecepatan angin. Bahkan di sekitar Jembatan Suramadu bisa mencapai 30 hingga 32 kilometer per jam. "Kecepatan anginnya kencang namun fluktuatif. Paling tinggi bisa capai 32 kilometer per jam," imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Surabaya Armudji mengingatkan para nelayan dan penduduk pesisir Kota Surabaya untuk waspada terhadap peringatan BMKG Maritim Tanjung Perak. Di Surabaya ada sekitar 1.900 nelayan, mulai dari Romokalisari, Sontoh Laut, Kalianak, Nambangan, dan Kejawan Putih Tambak. “Saya berharap para nelayan kita tetap waspada dan berhati-hati saat melaut,” katanya.

Armudji menerangkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Perhubungan Kota Surabaya telah memasang enam unit Weather Information Display (WID) yang digunakan untuk menyajikan data cuaca dan ketinggian gelombang secara terus menerus. “Sehingga diharapkan mampu mewujudkan keselamatan dan mengurangi tingkat kecelakaan di laut,” ungkapnya.

Ia berharap, nantinya air pasang maupun gelombang tinggi tidak berbarengan dengan turunnya hujan intensitas tinggi. Sebab, sejauh ini Pemkot Surabaya akan mengoptimalkan operasional 61 rumah pompa dan pengerukan di spot yang terjadi endapan sedimen.

“Saya ingin warga Surabaya selamat semua, termasuk nelayan serta warga yang ada di pesisir. Saya minta lurah yang memiliki penduduk nelayan agar melakukan pengawasan,” pungkasnya. (rmt/rek) Editor : Lambertus Hurek
#gelombang tinggi surabaya #nelayan surabaya #bmkg tanjung perak #antisipasi banjir rob #rob kenjeran