Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Wawali Armuji Optimistis Kota Tua Surabaya Bisa Jadi Jujukan Wisatawan

Lambertus Hurek • Senin, 17 Januari 2022 | 03:43 WIB
Sejumlah bangunan heritage di kawasan Jembatan Merah, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
Sejumlah bangunan heritage di kawasan Jembatan Merah, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
SURABAYA - Wakil Wali Kota Surabaya Armuji optimistis kawasan kota tua Surabaya yang merupakan salah satu tempat bersejarah di Kota Pahlawan akan menjadi jujukan wisatawan setelah direvitalisasi.

"Salah satu kawasan paling bersejarah di kota tua di Surabaya adalah Jembatan Merah, karena merupakan lokasi perjuangan Arek-Arek Suroboyo," kata Wakil Wali (Wawali) Armuji saat mengikuti kegiatan "Surabaya Old City Heritage Walk" yang digelar Komunitas Begandring Suroboyo di Jembatan Merah, Surabaya, Minggu (16/1).

Layaknya kota lain, lanjut Armuji, Surabaya juga memiliki kawasan kota tua yang di dalamnya terdapat banyak gedung-gedung bergaya lama dan sebagian besar merupakan bangunan cagar budaya.

"Setiap kota memiliki kota tua, seperti Jakarta dan Semarang. Jantung kota tua di Surabaya, di antaranya di kawasan Jembatan merah. Ada banyak bangunan cagar budaya, di seberang juga ada Kya-Kya Pecinan Surabaya," katanya.

Ia mengatakan, saat ini Pemkot Surabaya bersama DPRD Surabaya sedang membahas payung hukum tentang pengelolaan cagar budaya dengan tujuan memberikan perlindungan, pengelolaan, pemanfaatan dan pengembangan yang digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat.

Untuk itu, kata dia, Pemkot Surabaya saat ini telah menyiapkan pengembangan dan revitalisasi di kawasan kota tua tersebut. Menurut Armuji, revitalisasi kota tua nantinya tidak hanya ditekankan pada bangunannya saja, tapi juga masyarakat sekitarnya yang peduli dengan keberadaan bangunan sejarah di kota tua. "Harapannya kota tua menjadi jujugan wisatawan di Surabaya," katanya.

Di Surabaya ada beberapa gedung bersejarah, meliputi eks De Javasche Bank, Gedung Singa, Gedung PTPN dengan arsitektur Belanda, Pasar Pabean, Pusat perdagangan Pecinan Kya-Kya, jalan Kembang Jepun. "Komitmen kami adalah mewujudkan Surabaya menjadi kota yang berkepribadian dalam budaya," ujarnya. (rmt/ant/rak) Editor : Lambertus Hurek
#kya kya kembang jepun #jembatan merah #revitalisasi kota lama surabaya #heritage surabaya #kota tua surabaya