Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ngamen di Bulak Banteng sambil Nyolong Motor di Parkiran

Lambertus Hurek • Sabtu, 15 Januari 2022 | 03:18 WIB
MODUS NGAMEN: Tersangka Is ditahan di Polsek Kenjeran bersama barang bukti motor korban. (IST)
MODUS NGAMEN: Tersangka Is ditahan di Polsek Kenjeran bersama barang bukti motor korban. (IST)
SURABAYA - Ada-ada saja modus pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Sehari-hari Is, 21, bekerja sebagai pengamen jalanan. Namun, jika menemukan sasaran ia pun ganti mencuri sepeda motor.

Tersangka Is, warga Jalan Dukuh Bulak Banteng, Surabaya, akhirnya dijebloskan ke penjara. Adapun temannya berinisial IW masih dalam pengejaran petugas. Sepeda motor korban diamankan sebagai barang bukti di Polsek Kenjeran.

Pencurian sepeda motor ini dialami Rizky, 24, warga Jalan Kapas Jaya, Surabaya. Korban saat itu mengendarai sepeda motor Honda Beat ke Toko Harin di Jalan Dukuh Bulak Banteng, Surabaya. Sesampainya di toko, korban kemudian memarkir dan masuk ke dalam toko untuk membeli sesuatu.

Tak berselang lama, korban kembali keluar dan hendak pulang. Namun, ia terkejut karena sepeda motornya tidak ada di lokasi. Korban mencoba mencari tapi sia-sia. Ia kemudian melapor ke Polsek Kenjeran. "Kami langsung melaksanakan olah TKP. Kemudian menemukan identitas tersangka," ujar Kapolsek Kenjeran Kompol Buanis Yudo Haryono, Jumat (14/1).

Polisi berhasil menangkap tersangka di kosnya. Sementara IW melarikan diri. Keterangan tersangka, ia ketika itu jalan kaki untuk mengamen. Namun, IW sudah siap kunci T apabila menemukan sepeda motor yang bisa dicuri. Melihat motor korban, dan keadaan sekitar sepi, mereka kemudian beraksi.

Tak lama kemudian, motor korban berhasil dibawa lari. Tersangka akhirnya ditangkap tak lama setelahnya. Polisi menemukan bukti kamera pengawas (CCTV) di lokasi dan menyergap tersangka di kosnya. Motor korban berhasil diamankan sebelum dijual ke penadah. "Pengakuannya kunci T dibawa IW," ungkapnya.

Sementara itu, tersangka Is mengaku terpaksa terlibat kasus curanmor karena kepepet dan ada kesempatan. Dia menyebut terpengaruh temannya yang buron itu. “Saya ini sebetulnya hanya pengamen biasa. Tidak punya rencana untuk mencuri motor,” kilahnya.

Tentu saja pengakuan tersangka Is tak dipercaya begitu saja oleh penyidik. Apalagi polisi sudah mengantongi barang bukti yang menunjukkan bahwa tersangka bersama temannya sudah membawa kunci T untuk menjebol kontak motor. (gun/rek) Editor : Lambertus Hurek
#pengedar sabu modus ngamen #ngamen sabu bulak #pengedar sabu bulak banteng