Mereka adalah Tri Desi AN Br Pandiangan dan Corry TM Lumbantoruan, sosok perempuan hebat yang memanfaatkan teknologi dengan menjadi mitra pengemudi Grab untuk menghidupi keluarga hingga memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya.
Sosok pekerja keras melekat pada diri Tri Desi AN Br Pandiangan yang akrab disapa Bunda Dea. Sejak 2014, dia harus berbagi peran sebagai seorang ibu sekaligus ‘ayah’ bagi keempat anaknya. Sempat menekuni profesi sebagai guru TK di Cilacap dan Surabaya, Dea kini fokus menjadi sopir ojek online di Surabaya demi menafkahi keluarganya.
Pasca ditinggal suami, Dea memutuskan untuk menetap di Surabaya dan menjadi guru homeschooling TK. Dia sempat mengikuti pelatihan dari yayasan untuk mendapatkan sertifikat bukti layak mengajar. Namun hanya berjalan 6 bulan saja. Dia memutuskan berhenti karena penghasilan yang didapatkan sebagai guru TK tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan bersama keempat anak saya.
“Akhirnya, saya kerja sebagai sales multi level marketing dan kemudian bergabung menjadi mitra pengemudi GrabBike pada Februari 2019 hingga sekarang,” kata Dea.
Menjadi orang tua tunggal tidak membuat Dea menyerah. Tapi justru memacunya untuk tetap semangat menjalani profesi sebagai mitra pengemudi GrabBike. Keberadaan anak-anaknya selalu memotivasi dirinya bekerja.
“Selama dua tahun, pendapatan harian saya mengalami peningkatan sehingga bisa menafkahi keluarga, bahkan dapat memberikan pendidikan yang terbaik bagi keempat anak saya agar bisa mengembangkan talentanya,” tegasnya.
Dengan menjadi mitra pengemudi GrabBike, Dea berharap dapat terus memberikan pendidikan terbaik bagi putranya terutama anak bungsunya yang saat ini masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).
“Saya percaya, kecerdasan anak tidak hanya dapat dilihat dari nilai akademis saja tapi bisa melalui non akademik. Sehingga nantinya mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang baik dan bisa menggapai cita-citanya,” ujar Tri Desi.
Hal yang sama juga dilakukan Cory TM Lumbantoruan. Sebagai pensiunan dari salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Corry yang berusia 62 tahun ini tetap semangat menjalani profesi sebagai mitra pengemudi GrabCar.
“Karena sudah terbiasa bekerja setiap hari, saya sempat kebingungan saat tidak ada aktivitas rutin selepas pensiun. Akhirnya saya berdiskusi dengan almarhum suami untuk mencari pekerjaan. Karena saya juga sudah terbiasa menyetir kendaraan sendiri, saya pun memutuskan untuk bergabung menjadi mitra pengemudi GrabCar,” ujar Corry.
Dengan menjadi mitra pengemudi GrabCar, Corry bisa mendapatkan penghasilan tambahan untuk membantu perekonomian keluarga. Apalagi saat itu, suaminya tengah sakit keras dan harus menjalani pengobatan rutin di rumah sakit. Penghasilannya juga digunakan untuk membiayai pendidikan putrinya yang kala itu kuliah di salah satu perguruan tinggi di Bandung.
“Pesan saya, khususnya untuk para sopir taksi online perempuan seperti saya, tetap semangat. Sebagai perempuan kita dapat bekerja sesuai dengan kemampuan dan keahlian yang kita miliki. Sudah saatnya para perempuan turut mendukung perekonomian keluarga,” kata Cory TM Lumbantoruan. (fix/jay) Editor : Administrator