Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ujian TAP Ukur Kompetensi Mahasiswa dalam Berpikir & Menalar Tingkat Tinggi

Administrator • Senin, 20 Desember 2021 | 05:52 WIB
AWASI UJIAN: Penanggungjawab Bagian Registrasi dan Ujian UT Surabaya, Dwianto Asmara, S.Kom, mengecek kesiapan salah satu mahasiswa sebelum menjalankan Ujian Tugas Akhir Program (TAP) yang digelar secara online dan serentak, di SMKN 5 Surabaya, Sabtu (18/
AWASI UJIAN: Penanggungjawab Bagian Registrasi dan Ujian UT Surabaya, Dwianto Asmara, S.Kom, mengecek kesiapan salah satu mahasiswa sebelum menjalankan Ujian Tugas Akhir Program (TAP) yang digelar secara online dan serentak, di SMKN 5 Surabaya, Sabtu (18/
SURABAYA - Universitas Terbuka (UT) Surabaya menggelar ujian Tugas Akhir Program (TAP) berbasis web bagi mahasiswa Sarjana (S1) menjelang akhir studi, Sabtu (18/12). Pelaksanaan ujian yang digelar di SMKN 5 Surabaya itu melalui protokol kesehatan (prokes) yang ketat, seperti menggunakan masker hingga sarung tangan selama mengerjakan ujian TAP.

Penanggung jawab Bagian Registrasi dan Ujian UT Surabaya Dwianto Asmara, S.Kom mengatakan, ujian TAP ini merupakan pengganti skripsi yang wajib diambil mahasiswa. Meski begitu ujian tersebut tidaklah mudah. Tetap dibutuhkan persiapan belajar yang baik. Karena soal-soal tersebut uraian yang membutuhkan penalaran dalam menuntaskan soal dengan batas waktu maksimal tiga jam. "Ujian ini untuk kuliah tugas akhir program, yang wajib diambil mahasiswa. Karena kuliah di UT tidak ada skripsi maka ini menjadi pengganti skripsi," kata Dwianto, Sabtu (18/12).

Ia menjelaskan, ujian TAP mempunyai bobot nilainya 4 SKS untuk mahasiswa semester 7. Dengan tujuan untuk menverifikasi penguasaan mahasiswa terhadap disiplin ilmu yang telah diambil. "Untuk mengikuti TAP para mahasiswa harus memenuhi persyaratan akademis yang harus dipenuhi. Termasuk mahasiswa juga diwajibkan membuat karil (karya ilmiah, Red),” jelasnya.

Ujian TAP dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama mulai pukul 08.00 hingga pukul 11.00 dan sesi kedua mulai pukul 13.00 hingga pukul 16.00. Masing-masing diikuti 48 mahasiswa. Karena setiap ruangan dibatasi untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19. "Jadi, dua sesi ini kami batasi di tiga ruangan ujian. Total keseluruhan di hari Sabtu ini ada 96 mahasiswa dari ratusan mahasiswa yang mengikuti ujian TAP," tuturnya.

Lebih lanjut Dwianto menjelaskan, dalam pengerjaan soal-soal TAP ini mahasiswa dianjurkan untuk membawa buku atau modul hingga kalkulator. Namun tidak diperbolehkan membawa handphone untuk browsing jawaban ujian. Karena setiap soal berbeda dan disesuaikan dengan jurusan program studi (prodi) masing-masing.

Selain itu dalam setiap soalnya ada keterangan untuk mahasiswa boleh membuka maupun tidak diperbolehkan membuka buku. "Dalam satu mata kuliah ada yang tidak diperbolehkan membuka buku dan ada yang boleh buka buku. Jadi muncul pada keterangan naskah. Dan pengawas pun mengetahui mana naskah soal yang boleh membuka buku dan mana yang tidak," urainya.

Karena waktu yang disediakan hanya tiga jam dan semua soal uraian, mahasiswa dibutuhkan konsentrasi yang tinggi agar dapat mengerjakan soal-soal tersebut hingga rampung. "Ya kuncinya belajar sebelum ujian. Meski membawa buku tapi jika tidak diimbagi dengan membaca modul sebelumnya, ya kesulitan," ujarnya.

Dwianto menambahkan, tidak semua mahasiswa bisa lulus di dalam ujian ini. Ada kriteria nilai yang membuat mahasiswa lulus. "Nilai TAP ditentukan dari kontribusi nilai 100 persen jika tidak ikut tutorial online. Namun jika ada layanan tutorial kontribusinya 50 persen dan nilai ujian TAP 50 persen. Kalau layanan tutorial online nilainya 30 persen, ujian TAP-nya 70 persen. Jadi tergantung layanan yang diikuti. Semakin mahasiswa belajar mandiri dan jawabannya sesuai maka bisa mempunyai kontribusi 100 persen," jelasnya.

Di ujian TAP ini kompetensi dan kualitas mahasiswa bisa dilihat. Mana yang serius dalam belajar, dan mana yang setengah-setengah. Karena menurut Dwianto semua bahan ujian ada di dalam modul bahan ajar. "Soal-soal ini sudah ada semua di bahan ajar modul, jadi tinggal fokus atau tidak," imbuhnya.

Ujian TAP dimulai tanggal 18 Desember dan akan berakhir 23 Desember di 18 kota/kabupaten di wilayah kerja UT Surabaya. Setelah itu pengumuman ujian pada 8 Februari 2022 mendatang.

Dalam ujian TAP, para mahasiswa terlihat serius dalam mengerjakan. Sikap optimistis lulus dengan nilai baik juga sangat terlihat. Bahkan dari pantauan, sedikit mahasiswa yang terlihat menoleh kanan-kiri. Yang ada fokus membaca soal-soal pada layar komputer.

Salah satu mahasiswa, Iswara mengaku soal-soal TAP sangat mudah, karena ia sudah mempersiapkan diri dengan belajar. Ia pun terlihat keluar ruangan sebelum batas maksimal tiga jam. "Ya mudah soal-soalnya karena sudah biasa dikeluarkan saat tugas," ungkap mahasiswa jurusan Manajemen tersebut.

Iswara optimistis lulus ujian TAP ini. Karena ia sudah mempersiapkan diri dalam menghadapi ujian TAP. "Insya Allah bisa seusai target," yakinnya.

Saat ujian TAP, UT Surabaya juga memberikan pelayanan khusus bagi mahasiswa disablitas. Mahasiswa tersebut ditempatkan di ruangan khusus yang representatif. Mahasiswa jurusan Komunikasi, Adinda merupakan mahasiswa disablitas. Ia mengatakan sudah mempersiapkan untuk ujian ini. Salah satunya dengan membaca buku. "Tadi soalnya alhamdulillah mudah. Saya sudah mempersiapkan diri dengan belajar. Jadi optimis untuk bisa mencapai nilai yang baik," tutur Adinda.

Sementara itu Direktur Universitas Terbuka (UT) Surabaya Dr. Hj. Suparti, M.Pd, mengatakan, soal-soal ujian TAP ini dibuat oleh tim dan pakar. Setiap tahun kualitas meningkat disesuaikan dengan kapasitas dan perkembangan saat ini. Apalagi soal yang diberikan untuk mengukur kompetensi berpikir tingkat tinggi. "Soal-soal ujian TAP ini kan uraian semua. Jadi saat mengerjakan butuh penalaran dan daya kritis yang tinggi. Bahkan tidak hanya sekadar soal, tapi ada contoh soal kasus yang harus diselesaikan dengan solusi berpikir mahasiswa," kata Suparti.

Suparti memastikan bahwa UT Surabaya sudah memberikan pelatihan keterampilan belajar jarak jauh (PKBJJ) agar mahasiswa mempunyai keterampilan dalam membagi waktu belajar, seperti keterampilan mengelola waktu, membaca efektif, merekam hasil baca, mengerjakan tugas tutorial, mempersiapkan ujian dan keterampilan mengakses layanan UT secara online.

"Saat menjadi mahasiswa baru UT Surabaya, sudah kami bekali dan kami latih belajar mandiri jarak jauh. Bahkan di modul bahan ajar sudah ada latihan. Jadi mereka mengaplikasikan di modul. Bukan hanya teori saja, tapi kami memberikan praktek dalam belajar mahasiswa," tegas Suparti.

UT Surabaya terus mengarahkan mahasiswa agar mempunyai nilai kompetensi seiring perkembangan berkelanjutan. Bahkan untuk menunjang kualitas pendidikan, sejumlah prodi sudah berakreditasi A. Seperti Prodi Akuntansi, Pendidikan Matematika, Ilmu Hukum dan Administrasi Bisnis. "Agar mengikuti perkembangan berkelanjutan, kami mengarahkan mereka (mahasiswa) supaya mempunyai nilai kompetensi," pungkasnya. (rmt/opi) Editor : Administrator
#UT Surabaya #Ujian Tugas Akhir Program #universitas terbuka