"Vaksinasi ini selain memberikan manfaat kepada anak itu sendiri juga kepada kekebalan komunal. Mati memang tidak ada yang tahu, tapi paling tidak jika divaksin persentase untuk tertular ini bisa diminimalisir," ujarnya ketika dihubungi Radar Surabaya melalui ponselnya, Kamis (16/12).
Dominicus mengatakan Sinovac merupakan salah satu jenis vaksin yang diakui dan banyak dipakai oleh mayoritas negara. Ia berharap agar para orang tua mengajak anaknya untuk divaksin. "Masalahnya di Indonesia ini boleh menolak vaksinasi, berbeda dengan negara lain yang sifatnya wajib. Jadi kami mengimbau agar orang tua mau menyampaikan kepada anaknya untuk divaksin," katanya.
Hal senada juga diungkapkan Ketua IDAI Jatim Dr Sjamsul. Menurutnya vaksin Sinovac adalah salah satu vaksin dengan gejala Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang sangat rendah. "Ini vaksin baik, metolodoginya terbukti aman, tidak ada komplikasi. Untuk Sinovac, tidak ada KIPI yang menonjol," katanya.
Menurutnya vaksin Sinovac terdiri dari virus yang dilemahkan. Yang sudah terbukti efektif dan aman dalam menghadang virus Covid-19 beserta mutasinya. "Jadi orangtua jangan khawatir, kalau anak sehat tidak ada kontra indikasi. Tidak usah khawatir juga kalau ada reaksi lokal di bekas suntikan. Selama anak sudah lolos screening dan dianggap sehat untuk menjadi peserta vaksinasi, maka vaksinasi aman dilakukan," tuturnya.
Diketahui pada tanggal 2 November, IDAI mengeluarkan rekomendasi pembaruan terkait pemberian vaksin Covid-19 pada anak usia 6 tahun ke atas. Hal ini terkait dengan dikeluarkannya izin penggunaan dalam keadaan darurat vaksin Coronavac produksi Sinovac untuk anak berusia 6 - 11 tahun oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta telah dimulainya pembelajaran tatap muka.
Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI Dr Piprim Basarah Yanuarso menyatakan bahwa rekomendasi terbaru ini dikeluarkan karena anak juga dapat tertular atau menularkan Covid-19 dari dan ke orang dewasa di sekitarnya meskipun tanpa gejala. IDAI merekomendasikan pemberian imunisasi Covid-19 Coronavac pada anak golongan usia 6 tahun ke atas, dengan pemberian secara intramuskular dengan dosis 0,5 ml sebanyak dua kali pemberian dengan jarak dosis pertama ke dosis kedua yaitu 4 minggu. (mus/jay) Editor : Administrator