Wapres didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Dalam kesempatan itu, Wapres mendengarkan laporan dari Kepala BNPB Suharyanto, Gubernur Jatim Khofifah dan Bupati Lumajang Thoriqul Haq terkait kondisi terkini.
Wapres Kiai Ma’ruf Amin memerintahkan jajaran Kementrian PUPR menindaklanjuti penanganan para pengungsi, utamanya pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) di area Perhutani seluas 90,98 hektare.
“Kementerian PUPR telah selesai membuat pendataan dan titik lokasi yang akan dibuatkan untuk masyarakat terkait tempat tinggal sudah selesai. Keputusan juga sudah ditetapkan dan rencana pembangunan akan segera dilaksanakan oleh Kementrian PUPR terkait jalan, jembatan hingga rumah hunian sementara,” ungkapnya.
Wapres meminta masyarakat untuk tidak panik dan tetap berada dalam zona aman. Sebab, pemerintah berkomitmen penuh memberikan penanganan serta memberikan solusi bagi masyarakat terdampak. Utamanaya relokasi rumah dan penyediaan insfrastruktur.
“Kami bersama KLHK dan PUPR di sini hadir untuk memberikan penjelasan kaitannya penentuan lokasi yang sudah selesai. Surat keputusannya sudah ditetapkan dan rencana pembangunannya akan segera dilaksanakan oleh PUPR,” katanya.
Menteri KLHK telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Penggunaan Kawasan Hutan (PKH) yang berisi persetujuan penggunana lahan milik Perhutani seluas 90,98 hektare. Wapres juga memastikan seluruh perbaikan insfrastruktur dan fasilitas umum tertangani dengan baik.
“Saat ini lahannya sudah siap. Insya Allah, tempat tinggal akan dibangun, jalan juga akan dibangun. Kami harap warga tetap sabar dan menunggu. Jangan khawatir, kami akan menyelesaikan persoalan ini,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) segera dibangun di area perhutani seluas 90,98 hektare. “Allhamdulillah, SK dari menteri KLHK sudah diterbitkan Rabu malam (15/12). Dalam SK tersebut telah disiapkan lahan 90,98 hektar di Candipuro dan Pronojiwo,” ungkapnya.
Gubernur perempuan pertama di Jatim itu, menyatakan bahwa para pengungsi Semeru untuk relokasi kampung terdampak dan hunian sementara akan segera dibangun. “Selalu yang para pengungsi dampak APG sampaikan adalah kepastian hunian mereka. Untuk di Candipuro dan Pronojiwo, pembangunan format huntap sudah bisa dilakukan, land clearing bisa segera dilakukan selesai turunnya SK dari menteri KLHK,” urainya.
Khofifah mengatakan bahwa proses pembangunan Huntara bisa dimulai secepatnya. Ia optimistis jika cuaca cerah, maka proses pembersihan lahan bisa segera dimulai. “Seluruh alat berat bisa bekerja karena titik koordinatnya sudah ada, baik di Candipuro maupun Pronojiwo. Setelah land clearing selesai, maka bisa segera ditindaklanjuti, membangun huntara dulu baru huntap,” katanya.
Hingga Kamis (16/12), tercatat 48 orang dinyatakan meninggal dunia akibat erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu (4/12) pukul 15.20 WIB lalu. Selain itu, 18 orang luka berat dan 17 orang lainnya Luka ringan. Tercatat 10.565 warga mengungsi akibat muntahan lahar dingin dari kawah gunung tertinggi di Pulau Jawa itu.
Ribuan pengungsi tersebar di 151 titik pengungsian yang tersebar baik di Kabupaten Lumajang maupun Kabupaten Malang. Sebanyak 19 titik di antaranya terpusat, sedangkan 132 lainnya tersebar secara mandiri oleh masyarakat.
Bupati Lumajang Thoriqul Haq menegaskan, pihaknya telah menyiapkan konsep huntara dan huntap yang nyaman dan memberikan ruang untuk melakukan aktivitas ekonomi. “Insya Allah, lokasi huntara yang akan dibangun nantinya juga akan jadi lokasi hunian tetap yang sedang kami siapkan juga,” kata Thoriq.
Tak hanya itu. Ia juga memastikan relokasi tersebut tetap memberikan ruang aktivitas ekonomi warga. Salah satunya dengan menyiapkan lahan komersial. “Itu bisa dimanfaatkan menjadi kandang terpadu. Kami berharap bisa dimanfaatkan menjadi kandang sapi perah seperti di kawasan Senduro,” tuturnya.
Thoriq juga menyampaikan bahwa dirinya perlu mendengar lebih jauh kemauan ribuan warga korban erupsi. “Kalau ada yang minta dijadikan tetap satu RT/RW dengan tempat tinggal yang lama, kami akan usahakan bisa,” pungkasnya. (mus/jay/rek) Editor : Administrator