Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Antisipasi Covid, Jatim Rutin Operasi Gabungan di Perbatasan Jateng & Bali

Administrator • Rabu, 15 Desember 2021 | 00:38 WIB
SEMBUH: Salah seorang penyintas Covid-19 dipulangkan setelah menjalani perawatan di RSLI Surabaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
SEMBUH: Salah seorang penyintas Covid-19 dipulangkan setelah menjalani perawatan di RSLI Surabaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
SURABAYA - Juru Bicara Satgas Covid-19 Jatim Dr Makhyan Jibril Al Farabi mengatakan, kasus aktif Corona terus mengalami penurunan. Meski demikian ia tetap mengimbau agar warga tidak mengendurkan protokol kesehatan saat momen Natal 2021 dan tahun baru 2022 (Nataru) nanti.

"Sekarang tambahan hariannya kisaran 20-35 kasus. Pasien yang sembuh lebih banyak dan sedikit untuk penambahan kasus. Tren ini cukup bagus dan harus terus kita jaga bersama, apalagi ini mendekati momen Nataru," ujarnya, kemarin.

Menurunnya, kasus aktif Covid-19 ini karena Satgas pola penanganan Covid-19 sudah sesuai dengan standar World Health Organization (WHO). Yakni dengan sejumlah indikator seperti jumlah tracing, ketersediaan tempat tidur rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR), positivity rate, dan cakupan vaksinasi. Seluruh indikator tersebut telah dipantau dan dikontrol sesuai dengan ketentuan WHO. "Termasuk penindakan yang cepat akan mengurangi risiko kematian,” jelasnya.

Jibril mengatakan kemampuan testing yang dilakukan Jatim secara harian sudah cukup tinggi. Menurutnya, banyaknya orang yang menjalankan testing akan mampu mengungkap kasus Covid-19 lebih cepat sehingga dapat segera tertangani.

“Begitu juga dengan cakupan vaksinasi di Jatim terus dikejar untuk meminimalkan dampak dari serangan virus. Belajar pada pengalaman tahun lalu, semua tetap patuh dengan protokol kesehatan dan jangan lengah meski sudah vaksin," katanya.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Jatim per Minggu (12/12) sebanyak 399.728 terkonfirmasi, namun dari jumlah tersebut yang sembuh sebanyak 369.867 atau 92,53 persen.

Sedangkan yang sembuh pada hari yang sama sebanyak 29 orang dan yang meninggal tiga orang. Kemudian dari 38 kabupaten/kota di Jatim ada enam daerah yang 0 kasus aktif. Yakni Kota Blitar, Kabupaten Situbondo, Kota Pasuruan, Kota Madiun, Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Magetan.

Untuk capaian vaksinasi dosis pertama mencapai 73,20 persen atau 23.296.752 orang. Sedangkan dosis kedua mencapai 52,03 persen atau 16.558.269 orang. Kota Surabaya menjadi daerah yang capaian vaksinasinya tertinggi. Disusul Kota Madiun, Kabupaten Sampang, Kabupaten Bangkalan, dan Kabupaten Jember.

Sementara itu untuk 33 kabupaten/kota di Jatim vaksinasi umum sudah mencapai lebih dari 70 persen. Ada lima daerah yang belum 70 persen yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Madiun, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Lumajang.

Sedangkan untuk vaksinasi lanjut usia (lansia) 33 kabupaten/kota sudah mencapai lebih dari 60 persen. Untuk lima daerah yang belum mencapai 60 persen meliputi Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Sampang, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Pasuruan.

Kepala Satpol PP Jawa Timur Hadi Wawan Guntoro mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dan sinergi antar wilayah yang bertujuan mempersiapkan upaya penertiban saat Nataru. Ia mengaku rutin melaksanakan operasi-operasi gabungan lintas provinsi. "Baik dengan Jateng, yang berbatasan dengan Kabupaten Ngawi dan Pacitan. Dan kini dengan Provinsi Bali di perbatasan Banyuwangi dan Jembrana," katanya.

Menurutnya, kegiatan ini dianggap sangat strategis dalam menjaga ketertiban dan melonjaknya penyebaran Covid-19.  "Kita ingin hal ini dilakukan dengan kolaborasi antar provinsi dan kabupaten/kota," pungkasnya.  (mus/opi) Editor : Administrator
#Perbatasan Bali #Antisipasi Covid #Perbatasan JAteng #Operasi gabungan #pemprov jatim