Armuji juga memastikan kesiapan petugas BPB Linmas dan DKRTH yang selalu stand by apabila ada kejadian kedaruratan di Surabaya. "Saya pastikan petugas lapangan langsung merespons dan menuju lokasi apabila ada kejadian kedaruratan. Mereka juga melakukan evakuasi dengan cepat," kata Wawali Armudji, kemarin.
Cak Ji, sapaan akrab Armudji, menjelaskan, selama ini antisipasi genangan, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya telah mengerahkan sekitar 1.300 Satgas PU yang bertugas menormalisasi saluran atau box culvert yang tidak bisa dijangkau oleh alat berat.
"Anggota satgas tersebar di rumah pompa di beberapa titik. Setidaknya ada 250 operator dan 300 orang yang terbagi dalam tiga shift kerja untuk membantu pekerjaan di rumah-rumah pompa, "jelasnya.
Hingga Desember ini sebanyak 30 lebih pohon tumbang di Surabaya. Karena itu, Pemkot Surabaya juga terus melakukan perantingan. Mulai Oktober 2021 telah dilakukan perantingan sebanyak 3.531 ribu pohon. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.832 ribu pohon merupakan permintaan warga.
Bulan November, ada 3.801 ribu pohon yang telah dilakukan perantingan dengan 1.394 ribu pohon di antaranya merupakan permintaan warga. Sebanyak 76 pohon tumbang telah dibersihkan.
Wawali juga melakukan pengecekan saluran di kawasan Jelidro, Sambikerep. "Kita telah mengambil langkah persiapan dan pencegahan menghadapi anomali cuaca. Apalagi akhir-akhir ini curah hujan juga tinggi. Saya akan cek titik yang berpotensi sebabkan banjir," paparnya.
Wawali juga memerintahkan satgas PU segera bergegas melakukan pengerukan sedimentasi di Kali Jelidro. Setelah sedimennya dikeruk dan diangkut,ia mengimbau warga agar selalu menjaga kebersihan sungai maupun saluran air. “Karena nanti kembalinya ke kita sendiri, warga Surabaya," kata Cak Ji.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak menyebut saat ini curah hujan di Surabaya cukup tinggi. Ditambah dengan kecepatan angin yang bisa terjadi sewaktu-waktu berpotensi menyebabkan pohon tumbang.
Kepala Forcester BMKG Tanjung Perak Muhammad Arif Wiyono menjelaskan, keberadaan awan CB menjadi salah satu penyebab kecepatan angin menjadi tinggi. Selain itu, insitas curah hujan yang tinggi juga menjadi salah satu penyebab tumbangnya pohon. Angin saat ini bertiup dari barat daya dan utara. "Potensi hujan secara sporadis masih terjadi hingga Februari mendatang," katanya. (rmt/rek)
Editor : Administrator