Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Suharto Wardoyo mengatakan, rencana mengadakan CFD di kawasan Tunjungan bulan Desember ditunda hingga tahun depan. "Jadi, saat ini kami masih menggelar di Kembang Jepun saja setiap hari Minggu pagi," kata pria yang akrab disapa Anang itu, Jumat (10/12).
Anang menyebut rencana pelaksanaan CFD Tunjungan akan diselenggarakan pada Januari 2022. Ini karena berbagai pertimbangan, khususnya asemen dari Satgas Covid-19 Kota Surabaya. "Masyarakat supaya bersabar. Insya Allah, nanti Januari 2022 kami akan gelar CFD di Tunjungan," ujarnya.
Beberapa waktu lalu Anang menyebut Jalan Tunjungan sudah diajukan dalam asemen ke Satgas Covid-19. Asesmen tersebut menjadi syarat diselenggarakan CFD di tengah pandemi Covid-19. Termasuk penggunaan aplikasi PeduliLindungi bagi masyarakat yang ingin menikmati hari tanpa kendaraan bermotor.
Pihak DLH juga memperhitungkan sejumlah skenario apabila jumlah pengunjung membeludak. Termasuk membatasi jumlah orang yang mengikuti CFD. Berdasarkan asesmen, jumlah orang yang diperbolehkan hadir di arena CFD Jalan Tunjungan hanya 200 orang. “Kami tak ingin terburu-buru. Kami matangkan koordinasi terlebih dahulu," jelasnya.
Kawasan Tunjungan saat ini juga menjadi jujukan masyarakat untuk berwisata menikmati eksotisme dengan konsep lifestyle, modern, dan heritage. Kawasan legendaris itu dibuka setiap saat sejak pagi hingga malam hari.
Mengenai uji coba CFD di Kembang Jepun, ia menilai selama ini berjalan dengan baik meski peminatnya belum banyak. Masyarakat yang datang terus mengalami peningkatan meskipun ada pembatasan peserta. "Setiap pekan selalu ada agenda seperti bagi-bagi pohon untuk ditanam. Terus vaksinasi. Alhamdulillah, lancar," kata Anang.
Kasi DLH Dyan Tyas menambahkan, CFD di Tunjungan dipastikan ditunda tahun depan. “Tahun ini kami fokus ke CFD Kembang Jepun," katanya. (rmt/rek) Editor : Lambertus Hurek