Menurut Founder Kampoeng Dolanan Mustofa Sam, saat ini anak-anak tidak bermain permainan tradisional bukan karena tidak tertarik, melainkan minimnya penggerak yang mengedukasi mereka tentang permainan tradisional. Terlebih zaman sudah mulai beralih ke teknologi.
Kamis (9/12), ia menghadirkan Kampoeng Dolanan di kawasan eks lokalisasi Dolly, tepatnya di Kupang Gunung Tembusan Gang 2. "Jadi di gang sempit lebarnya hanya 1,5 meter tapi masih sangat bisa untuk bermain. Ini untuk menjawab keraguan masyarakat bahwa gang sempit tidak bisa bermain," kata cak Mus panggilan akrabnya.
Ia juga mengenalkan permainan tradisional dari bahan alam yaitu janur dengan mengajarkan anak-anak untuk membuat keris dengan bahan janur. "Tujuannya adalah melatih kreativitas anak dari ajaran nenek moyang," terangnya.
Ia optimistis dengan permainan tradisional saat ini semakin masif diedukasi akan berdampak pada minat anak-anak Surabaya. Meskipun di gang yang sempit ini permainan tradisional juga bisa dimainkan. “Saya yakin anak-anak punya gaya sendiri dalam bermain," tegasnya.
Cak Mus juga membawa permainan holahop, dakon, hingga tarik tambang yang dimainkan bersama anak-anak di eks lokalisasi Dolly. Bahkan ia terus akan melakukan edukasi dari kampung-kampung yang ada di Surabaya agar permainan tradisional terus digandrungi oleh anak-anak.
Bagi Cak Mus, melestarikan permainan tradisional bukanlah hal sepele, karena permainan seperti ini bisa mengajarkan etika yang baik untuk anak-anak. "Banyak filosofi yang bisa diambil dari permainan tradisional, misalnya saja permainan dakon mengajarkan kita bersedekah. Lebih baik tangan di atas daripada tangan di bawah. Jika anak memainkan dakon otomatis tangannya akan diangkat ke atas kemudian membagikan isi dari dakon," terangnya.
Sementara itu salah satu warga, Jarwo mengatakan, dengan hadirnya Cak Mus dengan Kampoeng Dolanannya, anak-anak di lingkungannya saat ini sudah mulai terbiasa untuk tidak menggunakan handphone untuk bermain. "Jadi tiap sore mereka sering berkumpul main bareng. Kadang main dakon, loncat karet dan sebagainya. Jadi ada manfaatnya mereka bisa bermain di kampungnya sendiri tanpa harus main di tempat lain," tuturnya. (rmt/nur) Editor : Administrator