Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan, pengunjung destinasi wisata di Surabaya saat ini meningkat. Apalagi hampir semua objek wisata sudah dibuka meskipun dengan prokes ketat dan pembatasan jumlah orang.
"Pengunjung destinasi wisata sudah meningkat semua," kata Antiek di Surabaya, Senin (6/12). Menurut dia, Tunjungan Romansa turut menggenjot kunjungan wisatawan lokal. Kawasan Tunjungan setiap harinya bisa mencapai 3.000 orang.
Sedangkan hari Sabtu bisa mencapai 5.000 orang. "Kawasan Tunjungan juga mendongkrak kunjungan wisata di Surabaya," jelasnya.
Tunjungan Romansa ini menyuguhkan perpaduan konsep lifestyle, modern dan heritage. Karena merupakan kawasan jasa perdagangan, maka di awal soft opening pihaknya ingin menghidupkan kembali lokasi tersebut.
"Kita lebih ingin mengoptimalkan agar hidup. Artinya, menghidupkan mereka (pelaku usaha) yang belum buka yang belum beroperasional. Nah, UMKM-nya ini adalah sebagai penyeimbang, sementara belum buka kita bisa tempatkan UMKM ada di situ," kata Antiek.
Tunjungan Romansa dibuka setiap saat sehingga tidak harus menunggu malam. Para pelaku UMKM dapat mulai menggelar usahanya sejak pagi atau sore hari. Sedangkan pertunjukan kesenian mulai disuguhkan pada malam hari.
Dampak positif mulai dirasakan pelaku wisata. Termasuk sektor perhotelan yang mulai menggeliat. Okupansi hotel sudah meningkat sekitar 90 persen. Tercatat ada peningkatan okupansi sejak Surabaya berstatus PPKM level 1. "Okupansi hotel sudah jauh meningkat sampai saat ini," jelasnya.
Kini hotel-hotel berbintang sudah mulai sibuk menerima pengunjung. Baik weekday maupun lebih-lebih saat weekend. Ketika momen akhir pekan bisa meningkat lebih dari 90 persen. Bukan hanya untuk liburan. Pengunjung juga banyak memanfaatkan ballroom hotel untuk menggelar kegiatan MICE. Yaitu meeting, incentive, convention, exhibition.
Ruang pertemuan dengan kapasitas besar itu boleh difungsikan dengan kapasitas maksimal 50 persen. Sebelumnya, fasilitas itu ditutup untuk menghindari penularan Covid-19.
"Surabaya ini kan kota perdagangan dan jasa. Tentu potensi di bidang MICE ini sangat besar bagi hotel," pungkasnya. (rmt/rek) Editor : Lambertus Hurek