Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Wali Kota Eri Cahyadi Minta PDAM Surya Sembada Ganti Pipa Uzur

Lambertus Hurek • Sabtu, 4 Desember 2021 | 04:06 WIB
Perbaikan pipa PDAM di kawasan Gayungan, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
Perbaikan pipa PDAM di kawasan Gayungan, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
SURABAYA - Masyarakat Surabaya tak perlu khawatir tidak mendapatkan aliran air. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan tahun 2023 tidak ada lagi kawasan di Surabaya yang tidak dialiri air PDAM Surya Sembada. PDAM juga akan mengganti pipa-pipa yang sudah uzur.

Wali Kota Eri Cahyadi meminta manajemen dan jajaran PDAM Surya Sembada tetap mengedepankan pelayanan kepada masyarakat pelanggan. Tidak boleh ada istilah tidak ada air di Kota Surabaya. Eri memastikan seluruh jaringan pipa bisa menyasar seluruh wilayah Surabaya.

"Jadi, seluruh jaringan pipa di seluruh Surabaya sampai tahun 2023 tidak ada lagi zona merah atau daerah yang tidak dialiri oleh air PDAM," kata Eri Cahyadi, Jumat (3/12).

Eri meminta direksi PDAM Surya Sembada untuk menghitung kebutuhan air secara total. Termasuk biaya pelanggan. Ke depan, PDAM juga diminta mengganti pipa-pipa yang sudah berumur untuk memperjernih aliran air ke rumah pelanggan.

"Ternyata pipa PDAM sudah puluhan tahun. Kalau tidak ingin keruh, maka pipa harus diganti. Dan, saya sampaikan kalau pipa diganti harus tahu investasinya berapa. Sampaikan ke masyarakat sehingga orang tahu. Pemkot tidak mendapatkan apa-apa tapi masyarakat mendapatkan manfaatnya,” jelasnya.

Mantan kepala Bappeko Surabaya itu juga meminta menghitung ulang tarif pelanggan. Sehingga subsidi per meter kubiknya harus ada perbedaan antara klaster perumahan elite dengan perkampungan biasa. "Bedanya harus dihitung. Berapa beda harga rumahnya, luasnya. Karena apa? Jangan sampai orang kaya disubsidi oleh orang yang penghasilannya pas-pasan," tegasnya.

Mengenai rencana penggantian pipa baru, Eri meminta agar manajemen PDAM memperhitungkan dan merencanakan sebaik mungkin agar kepentingan masyarakat bisa terlayani. Dan, yang penting investasi.

“Teman-teman PDAM harus berani kaluar dari zona nyaman, mau pakai obligasi silakan. Yang jelas, dihitung nanti disampaikan ke publik mau mana yang dihitung. Karena semua untuk kepentingan masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Dirut PDAM Surya Sembada Arif Wisnu Cahyono mengatakan, besaran tarif pelanggan sudah ada surat keputusan dari gubernur yang menindaklanjuti Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2020 tentang batas tarif bawah dan tarif atas. Untuk Surabaya, tarif bawahnya Rp 2.600 per meter kubik, sedangkan tertinggi Rp 17 ribu per meter kubik.

"Kita akan menyesuaikan dengan peraturan tersebut. Tentu ini berlaku untuk rumah tangga menengah," ujar Arif.

Dengan penghitungan tarif baru ini, ke depan pipa-pipa yang sudah berumur 35 tahun lebih itu bisa diganti. Sebab, selama ini PDAM hanya mengganti pipa baru dengan panjang 50 kilometer per tahunnya. Ia menyebut kendala utama pada biaya saat penggantian pipa baru.

"Kita perlu mengganti pipa karena hampir 3.000 kilometernya di atas 35 tahun,” katanya. (rmt/rek) Editor : Lambertus Hurek
#tidak ada air PDAM SUrya Sembada Surabaya #wali kota Eri warning PDAM Surabaya #Dirut PDAM Surya Sembada Arif Wisnu Cahyono komitmen #pipa tua PDAM Surabaya #layanan pelanggan PDAM Surabaya