Setelah dikelola selama 30 tahun oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Terminal Purabaya akhirnya diserahkan ke pemerintah pusat. Kepala Dishub Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad mengatakan, Terminal Purabaya diserahkan ke Kemenhub RI tahun ini karena terminal di perbatasan Surabaya-Sidoarjo tersebut bertipe A.
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, semua terminal dengan tipe paling tinggi harus dikelola pusat. "Yang jelas, tahun ini. Mungkin nanti Desember sudah kami serahkan ke pusat," kata Irvan Wahyudrajat di Surabaya, Minggu (28/11).
Irvan menjelaskan, sebetulnya rencana penyerahan Terminal Purabaya dilakukan pada tahun 2017. Namun, saat itu ada kendala personel yang mengelola terminal. Nah, akhir tahun 2021 ini bisa teralisasi.
"Ya, tahun 2017 itu Purabaya sudah diserahkan. Permasalahan di personel karena aset sudah kami serahkan ke pusat," jelasnya.
Irvan menjelaskan, personel di Terminal Purabaya nantinya bisa ikut Dishub Kota Surabaya maupun Kemenhub RI. "Toh, pusat sudah punya analisa untuk jabatannya. Terutama untuk kebutuhan personel berapa. Itu sudah ada catatannya," tutur Irvan.
Terminal Purabaya saat ini mempekerjakan sekitar 400 pegawai. Mulai dari pegawai aparatur sipil negara (ASN) maupun tenaga kontrak. Pemerintah menjamin ratusan pegawai itu tetap bekerja tanpa terpengaruh perubahan status terminal.
Pengalihan pengelolaan Terminal Purabaya, menurut Irvan, untuk peningkatan layanan, fasilitas, sarana, dan prasarana. Selain itu, pengembangan terminal juga sebagai pusat bisnis dan ekonomi. Ada mal dan hotel yang dikerjasamakan dengan swasta.
Bagaimana dengan Terminal Tambak Osowilangon (TOW)? Menurut Irvan, masih tetap digunakan dan menjadi wewenang Dishub Kota Surabaya. "Terminal TOW masih kami kelola. Belum dikelola pusat," ujarnya.
Bahkan, TOW rencananya akan terus dikembangkan dengan adanya rencana pelebaran jalan dan didukung jalan lingkar luar barat (JLLB). Ini karena akan banyak pertumbuhan permukiman penduduk hingga perdagangan di kawasan sekitar Osowilangun.
"Selama ini Osowilangon merupakan kawasan pergudangan. Mudah-mudahan dengan perkembangan ke depan akan membuat ramai TOW," katanya. (rmt/rek) Editor : Lambertus Hurek