Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Hilang Tiga Hari, Jasad Bocah Manukan Kasman Tersangkut Kabel dan Sampah

Lambertus Hurek • Sabtu, 27 November 2021 | 03:42 WIB
DIEVAKUASI: Petugas mengangkat jenazah korban Galang Suryo Aji Yulianto. (MAHRUS/RADAR SURABAYA)
DIEVAKUASI: Petugas mengangkat jenazah korban Galang Suryo Aji Yulianto. (MAHRUS/RADAR SURABAYA)
SURABAYA - Galang Suryo Aji Yulianto, bocah dua tahun, yang tenggelam di selokan Manukan Kasman I, Surabaya, akhirnya ditemukan tewas, Jumat (26/11). Jenazah korban tersangkut kabel dan sampah pada saluran air box culvert depan sisi timur SMP Muhammadiyah 14, Manukan Kulon, Surabaya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) Linmas Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, jenazah Galang Suryo Aji Yulianto ditemukan oleh petugas gabungan sekitar pukul 10.30. "Posisi korban miring tersangkut kabel dan sampah" ujar Irvan, Jumat (26/11).

Jenazah bocah yang akrab disapa Aji itu lalu dievakuasi menuju RSUD dr Soetomo untuk divisum lalu diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. Tetangga samping kos korban, Neneng, mengatakan, korban tinggal indekos di Manukan Kasman I bersama kedua orang tuanya dan seorang kakaknya sejak tiga tahun lalu.

Ibu korban, Yanti, sehari-hari bekerja sebagai penjual jamu tradisional. Sementara ayahnya tukang bangunan. "Korban empat saudara. Dia yang paling kecil, dua saudaranya tinggal di kampung halaman Wonogiri," ujar Neneng saat ditemui Radar Surabaya di rumahnya.

Menurut dia, korban merupakan sosok anak yang periang, aktif, pemberani, dan tidak rewel. Tak hanya itu. Korban juga gampang bergaul dengan orang yang belum dikenal. "Dia pernah hilang dua kali. Awalnya main di depan rumah sini, tiba-tiba sampai lewat pos depan," ucapnya.

Neneng sendiri mengaku sering membantu menjaga korban saat orang tuanya berjualan jamu. "Tiga hari sebelum hilang dia itu nurut banget, nempel terus, tidak sama saya tapi juga sama ibuku," paparnya.

Pengamatan Radar Surabaya, suasana duka menyelimuti tempat tinggal korban. Beberapa warga tampak berada di kos korban menemui ibunda Galang. Jenazah Galang dimakamkan di pemakaman Manukan Lor VI, Banjarsugihan.

Marno, warga Manukan Kasman, mengungkapkan, di titik selokan yang diduga menjadi tempat pertama kali korban tercebur kini dipasangi pagar besi. Pagar tersebut setinggi kurang lebih dua meter dan lebar dua meter. "Dipasang karena kalau ada air (banjir) ini enggak kelihatan. Anak-anak enggak tahu, kan kecemplung," katanya.

Sebelumnya Galang Suryo Aji Yulianto dilaporkan hilang terseret arus banjir selokan di Manukan Kasman I, Surabaya, Rabu (24/11) sekitar pukul 16.30. Saat itu ibu korban mencuci perkakas rumah tangga. Sementara korban diajak ke toko berbelanja bersama seorang tetangganya. Saat itu korban sempat digendong.

Tak lama kemudian turun. Usai dibelikan jajan korban lari ke luar toko dan menuju kosnya. Namun, setelah itu korban tidak terlihat. Seorang warga melihat ada tangan (diduga tangan korban) terseret arus banjir di selokan tidak jauh dari rumahnya.

Kanit Reskrim Polsek Tandes Ipda Gogot Purwanto menyatakan, jenazah korban ditemukan 300 meter dari titik awal lokasi kejadian. "Kurang lebih jarak TKP pertama dan penemuan mayat korban sekitar 300 meter," ujar Gogot.

Pihaknya meminta para orang tua untuk waspada dan selalu mengawasi anaknya saat bermain di kala musim hujan. "Jangan dibiarkan sendirian saat bermain di luar rumah. Apalagi musin hujan seperti ini," tandasnya. (rus/rek) Editor : Lambertus Hurek
#jasad bayi tersangkut kabel sampah di manukan #jenazah bocah manukan ditemukan #bocah manukan tenggelam di selokan #pencarian bocah manukan kasman