“Saya berterimakasih kepada seluruh anggota PWI se Jawa Timur, atas kebersamaannya mensukseskan konferensi ini,” kata Lutfil Hakim, usai penghitungan suara Konferensi XV PWI Jatim, di Surabaya, Rabu (17/11).
Pada konferensi itu, sebelumnya ada tiga calon ketua PWI Jatim mendaftarkan diri. Eko Pamuji menyatakan pengunduran dirinya saat penyampaian misi dan visi calon ketua PWI Jatim.
Lutfil Hakim, ketua PWI Jatim terpilih langsung mendapatkan ucapan selamat dari para peserta Konferensi PWI Jatim dari 27 cabang se Jatim. Begitu juga, ucapan selamat dari Ainur Rohim.
Dalam kepemimpinannya nanti, ia mengaku akan memperkuat kebersamaan dengan seluruh PWI yang ada di Jawa Timur. Termasuk akan menggandeng badan eksternal untuk memperkuat organisasi, seperti badan independen audit internal maupun badan hukum untuk memberikan perlindungan kepada para wartawan.
"Saya kira ini perlu, ketika ini terkait publik pihak independen diperlukan untuk melakukan audit, agar nanti produknya bener. Sementara pembelaan wartawan saya kira kewajiban organisasi ada dua. Menambah kapasitas anggota, tapi perlindungan yang penting karena profesi ini ada ancaman bahkan banyak kasus kekerasan pada jurnalis," ujar alumnus Universitas Jember (UNEJ) ini.
Selain itu, agenda rutin uji kompetensi wartawan (UKW) akan tetap digelar rutin untuk meningkatkan kapasitas wartawan. Sehingga, produk jurnalistik yang dihasilkan adalah informasi yang akurat.
Sementara itu, Ainur Rohim mengaku menerima hasil ini dan akan mendukung gerak PWI Jatim di bawah pimpinan Lutfil Hakim. "Kita terima hasil proses ini, saya tentu mendukung Mas Lutfi memimpin PWI Jatim harapannya semakin baik, organisasi semakin kuat, aktivitas yang bermanfaat kepada anggota semakin terasa. Dengan jaringan yang sudah terbentuk dengan daerah harus dipelihara. Sehingga tetap jadi organisasi profesi yang menguntungkan," ujarnya.
Untuk program ke depan, Ainur Rohim mengaku, menyerahkan semua kepada kepengurusan baru. Namun, ia berharap apa yang sudah baik sebelumnya dapat lebih ditingkatkan lagi.
"Kalau memang ada yang baik mungkin bisa dilanjutkan tapi semua tergantung evaluasi kepengurusan baru kewenangan ketua baru," pungkasnya. (mus/rak) Editor : Lambertus Hurek