Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Antisipasi Musibah, Pemkot Surabaya Lakukan Pemetaan hingga Perantingan

Administrator • Rabu, 17 November 2021 | 17:27 WIB
PREVENTIF: Petugas DKRTH melakukan perantingan pohon di jalan protokol Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
PREVENTIF: Petugas DKRTH melakukan perantingan pohon di jalan protokol Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
SURABAYA - Musim hujan telah tiba, segala antisipasi terus dilakukan. Dari catatan Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Kota Surabaya kejadian yang paling banyak akhir-akhir ini di Surabaya yakni pohon tumbang dan genangan.

Kepala BPB Linmas Kota Surabaya Irvan Widyanto menyebut, pihaknya sudah memetakan potensi bencana di Kota Pahlawan ini, di antaranya genangan, angin puting beliung, pohon tumbang dan juga banjir rob.

Bahkan, pemkot sudah memetakan titik genangan secara detail, mulai dari kelurahan dan kecamatan hingga luasan dan ketinggian genangan tersebut. "Kalau akhir-akhir ini yang sering terjadi pohon tumbang dan genangan air. Tapi untuk genangan saat ini cepat surut," tutur Irvan, Selasa (16/11).

Khusus untuk pohon tumbang, jajaran Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) terus bergerak untuk melakukan perantingan. Sedangkan untuk titik genangan, sebenarnya tidak terlalu menonjol karena surutnya sangat cepat.

“Apalagi kami sudah menyiagakan sekitar 60 rumah pompa yang tersebar di berbagai titik di Surabaya. Bahkan, kami juga sudah membuat SOP genangan, SOP pohon tumbang, SOP puting beliung, dan SOP banjir rob. Pemetaan bencana beserta SOP-nya itu sudah kami sampaikan kepada camat dan lurah untuk selanjutnya disampaikan kepada warga,” ujarnya.

Sementara itu DKRTH Kota Surabaya terus melakukan perantingan dan pembersihan sampah di gorong-gorong. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi pohon tumbang dan tersendatnya aliran debit air.

Kepala DKRTH Kota Surabaya Anna Fajriatin meminta masyarakat untuk proaktif melapor apabila mengetahui kondisi pohon yang membahayakan. Sebab, pohon yang ada di Kota Surabaya, disiapkan untuk menyerap polusi udara dan membutuhkan perantingan, dengan teknik khusus.

“Masyarakat bisa langsung menginformasikan kepada kami melalui Command Center 112, sehingga kami bisa cepat melakukan penanganan,” ujar Anna.

Anna menerangkan, faktor penyebab pohon tumbang di Kota Surabaya adalah akar pohon yang sudah terangkat, ukuran pohon yang besar, dan usia pohon yang sudah tua. Disisi lain, ia juga menyayangkan perilaku masyarakat yang membakar pohon, karena menilai pohon tersebut sudah keropos.

“Ini sangat disayangkan, sebetulnya bisa langsung menghubungi kami. Kalaupun harus kami tebang bawah, maka akan kami ganti. Misalnya dengan pohon tabebuya, agar kualitas udara akan tetap terjaga,” terang dia. (rmt/nur) Editor : Administrator
#Antisipasi Musibah #Pemetaan Bencana #Perantingan #pemkot surabaya