Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

BENSIDUL Pamerkan Proyektor Film hingga Mesin Ketik Jadul

Administrator • Rabu, 17 November 2021 | 17:16 WIB
BENDA KOMUNIKASI JADUL: Pengunjung mengamati benda-benda komunikasi klasik yang dipamerkan dalam Bensidul di kampus Stikosa-AWS, Selasa (16/11). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA) 
BENDA KOMUNIKASI JADUL: Pengunjung mengamati benda-benda komunikasi klasik yang dipamerkan dalam Bensidul di kampus Stikosa-AWS, Selasa (16/11). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA) 
SURABAYA - Belasan peralatan media massa kuno dipamerkan dalam ajang Benda Komunikasi Jaman Dulu (Bensidul) nampak berjejer rapi di ruang Creative Space Kampus Stikosa AWS Surabaya. Pengunjung yang masuk ke dalam ruangan tersebut seperti diajak untuk mengunjungi masa lalu.

Benda-benda yang dijadikan sebagai alat komunikasi antara tahun 1950 hingga 1970-an itu seolah mengajak pengunjung untuk melihat kecanggihan alat komunikasi yang kini statusnya berubah menjadi benda itu. Kesan klasik nampak jelas terasa.

Ada telepon, proyektor bioskop, mesin ketik, alat edit film hingga mesin cetak foto hitam putih, semuanya berada dalam satu ruangan. Benda masa lalu itu berasal dari sejumlah kolektor dan koleksi kampus yang berada di Jalan Nginden Intan Timur itu.

"Ini sengaja kami pamerkan agar menjadi pengetahuan bagi generasi milenial saat ini. Sebab sebelum digitalisasi dan internet ada, telepon sudah ada," kata Mohammad Zurqoni, Ketua Pelaksana Pameran.

Photo
Photo
SAKSI BISU: Proyektor film zaman dulu berukuran cukup besar dan terbuat dari besi. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Tak hanya itu, ada pula koleksi Radio Republik Indoensia (RRI). Semuanya berada di ruangan yang sama. Hal itu menjadi bukti bagaimana perkembangan alat komunikasi yang berada di Indonesia. Sehingga dapat menjadi pengetahuan bagi generasi muda.

Meski statusnya berubah menjadi benda, namun alat-alat komunikasi itu juga menjadi saksi sejarah perjalanan bangsa. Terlebih lagi sejumlah koran jadul yang juga ikut dipamerkan. Di antaranya Berita Mingguan dan Surabaya Post.

"Yang menarik ada berita tentang Partai Komunis Indonesia (PKI). Jadi dari dua koran itu juga mencatat sejarah PKI yang dulu masih belum dilarang. Itu kan masa lalu," ujar Zurqoni.

Selain benda komunikasi yang berbahan besi, ada bulan benda komunikasi manual yang juga banyak digunakan masa lalu. Misalnya baliho besar nan jadul. Baliho itu dibuat secara manual. Ukurannya beragam, mulai 3x4 hingga 2x3 meter persegi.

Panitia juga menggandeng Serikat Mural Suroboyo (Srimulyo) untuk membuat benda baliho jadul itu. Tak hanya itu, mereka juga membuat 25 wayang kardus yang dulu juga menjadi bagian dari alat komunikasi dalam kebudayaan Indonesia.

"Kami bahkan menyediakan workshop pembuatan wayang kardus. Ini sangat langka dan banyak diburu milenial-milenial Surabaya. Jadi pengetahuan baru," jelasnya. (far/nur) Editor : Administrator
#Bensidul #Pameran Alat Komunikasi Kuno #stikosa aws