Eri menyebut, semangat, tekad, dan keyakinan pahlawan, harusnya dapat menginspirasi dan menggerakkan semuanya untuk mengemban misi bersejarah. Yakni mengalahkan musuh bersama yang sesungguhnya, yaitu kemiskinan dan kebodohan dalam arti yang luas. "Hal ini sejalan dengan tema Hari Pahlawan 2021 Pahlawanku Inspirasiku," katanya.
Eri mengatakan, Indonesia mempunyai potensi besar dalam memenangkan perang melawan kemiskinan dan kebodohan. Karena Indonesia mempunyai sumber daya alam yang melimpah dan letak geografis yang strategis. "Tantangan terbesar yang dihadapi yakni dibutuhkannya kerja keras secara berkelanjutan dengan didukung inovasi dan daya kreativitas yang tinggi, serta semangat kewirausahaan yang pantang menyerah," urainya.
Melalui momentum peringatan Hari Pahlawan tahun 2021 ini, Eri juga mengajak masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai kepahlawanan sebagai inspirasi di setiap langkah yang penuh dengan inovasi dan daya kreasi.
"Setiap orang bisa menjadi pahlawan di bidang apa pun, dan bahkan bisa pula memulai dengan menjadi pahlawan bagi ekonomi keluarganya dan komunitasnya," terangnya.
Eri mendorong seluruh masyarakat untuk kembali menyatukan tekad dan langkah secara aktif dalam membangun Indonesia. Khususnya untuk Kota Surabaya agar lebih baik ke depannya. "Kobarkan semangat, tekad, dan keyakinan para pahlawan. Jadikanlah pahlawan sebagai inspirasi di setiap langkah kehidupan kita," tuturnya.
Salah satu pahlawan yang diziarahi oleh rombongan Eri adalah KH. Mustofa Kamil asal Garut, yang turut bergabung di Pertempuran Surabaya bersama para santri terpilihnya. "Beliau adalah ulama asal Garut yang datang untuk ikut bertempur di Surabaya dengan membawa 18 santrinya,” ujar Ahmad Zaki Yamani dari Komunitas Roode Burg Soerabaia.
Zaki yang mendampingi Eri saat menabur bunga juga menjelaskan sejarah dan latar belakang pahlawan kepada beberapa rombongan yang ikut. “K.H Mustofa Kamil terhenti di Gedangan saat ingin masuk ke Surabaya, karena waktu itu pertempuran rakyat Surabaya melawan Sekutu telah merambat hingga ke Wonokromo. Akhirnya beliau berjuang mempertahankan wilayah Gedangan saat bertempur melawan Sekutu,” pungkasnya. (rmt/nur) Editor : Lambertus Hurek