Pria berusia 40 tahun ini meneruskan usaha keluarga berjualan nasi goreng yang sebelumnya dilakoni oleh ayah mertuanya di pinggir Jalan Dharmahusada, Kecamatan Gubeng, Surabaya mulai pertengahan tahun 2008.
Pengalaman lengkap di jalanan pun dirasakan pria bernama lengkap Rusdi ini. Mulai dari dikejar-kejar Satpol PP, diusir dan diminta pindah lokasi, merugi karena gagal jualan, dan lain sebagainya.
Namun, pucuk dicinta ulam pun tiba. Ketika Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memutuskan untuk merelokasi para PKL yang berdagang di pinggir jalan protokol ke beberapa Sentra Wisata Kuliner (SWK) pada tahun 2016, yang diikuti oleh poplernya aplikasi transportasi digital Gojek di Surabaya, Rusdi pun mulai menemukan jalan rejekinya.
“Awal-awal dulu banyak yang gak mau pindah (dari tenda pinggir jalan), katanya kalo di dalam (sentra kuliner) sepi, tetapi wes cobain aja. Sekarang terlihat semakin ramai. Saya pribadi memutuskan tetap di SWK. Kemudian tak terasa, tahun 2016-2017, teman-teman dari Gojek menawarkan para pedagang SWK untuk bergabung, awalnya memang belum langsung gabung. Eh tetapi semua orang (pedagang lain) tiba-tiba ramai pesanan (order makanan), akhirnya ya bergabung," cerita Rusdi mengenai awal mula ketertarikannya bergabung di ekosistem GoFood.
Tak terasa setelah lima tahun berlalu, Rusdi mengakui sangat terasa sekali dukungan dari Gojek lewat GoPay dan GoFood terhadap usaha nasi gorengnya. "Karena penjualan lewat online itu langsung masuk rekening, berasa kayak nabung saja dan gak kerasa, kayak kencengan. Karena biasanya kalo cash gampang dihabiskan. Saya senangnya di situ, lewat GoFood, kita bisa menabung dari keuntungan pribadi,” paparnya.
Atas bimbingan ekosistem GoFood pula, Cak Rusdi kini berjualan beberapa menu seperti nasi goreng jawa, nasi goreng mawut, nasi goreng krengseng, mie goreng, bihun dan yang lainnya dengan mengandalkan resep rahasia keluarga.
“Karena favorit warga lokal, banyak langganan dari warga sekitar. Lewat aplikasi Gojek, awal-awal saya bikin promo sendiri dan biasanya ikut kampanye-kampanye. Dengan promo dan cashback yang awal-awal dilakukan Gojek itu banyak banget pelanggan yang beli menggunakan GoPay. Sejak bergabung dengan Gojek, semakin banyak warga yang mengenal saya dan jadi langganan juga mesan aplikasi GoFood. Istilahnya, pelanggan lama jadi sering mesen, (pelanggan) yang baru jadi kenal karena GoFood. Yang awalnya tidak mengerti, ketika ikut jadi rame. Seiring jalan, pemasukan juga bertambah dan saya sangat senang sekali bahwa terbukti pemanfaatan teknologi ini dapat membantu saya dan teman-teman pedagang di sini," paparnya.
Sampai masa pandemi pun tiba, dimana beberapa stan pedagang di SWK harus mempersingkat jam operasional sebelum jam 8 malam, bahkan sempat ditutup penuh. “Satu setengah tahun ke belakang itu sangat sulit sekali, sehingga siang juga harus kerja yang lain karena tidak ada pemasukan. Padahal di sisi lain, pengeluaran pasti ada kayak cicilan, uang sekolah anak. Apalagi sempat tidak boleh makan di lokasi. Di situlah GoFood sangat membantu menjadi solusi. Prinsipnya kalau jualan, semangatnya gak boleh patah arang karena semua demi keluarga. Terbukti dari sejak 2006, hasil paling besar saya rasakan bulan puasa kemarin (Mei 2021) ketika dari tabungan saya selama ini berhasil beli rumah sendiri dari awalnya kontrak. Sehingga bisa dekat dengan sentra kuliner dan tidak perlu pindah-pindah lagi.”
Melihat gerakan nasional #BangkitBersama yang digagas grup GoTo yang dimulai dari daerah-daerah, termasuk di Surabaya, Cak Rusdi mengimani hal tersebut seraya memberi pesan bagi teman-teman UMKM.
“Buat temen-temen yang terdampak tetap semangat, tetap berusaha demi keluarga sekuat tenaga. Kita tidak boleh menyerah dan harus maju terus berusaha, dengan cara bagaimana pun baik online maupun offline, biar pulih seperti dulu. Apalagi kini Gojek dan Tokopedia bergabung, peluang kita bisa lebih ramai. Harapan kami bergabungnya Gojek dan Tokopedia dapat membantu pengusaha UMKM bangkit bersama dan jadi ramai lagi!,” tutupnya. (*/jay) Editor : Administrator