“Pengendalian ini bukan rem tetapi menjaga keseimbangan menjaga agar kegiatan masyarakat bisa berjalan untuk menunjang kesejahteraan, tetapi tidak kemudian menciptakan pelanggaran prokes yang berbahaya,” jelasnya Selasa (9/11).
Emil mengungkapkan bahwa 60 persen dari ekonomi Jawa Timur ada di sektor konsumsi. Dan, konsumsi hanya akan bisa terlaksana ketika kondisi mobilitas masyarakat terjaga. Sementara mobilitas hanya bisa dibuka kalau Covid-19 terkendali. “Itu tidak bisa ditawar lagi,” tegasnya.
Emil menegaskan, ada dua sisi yang harus diperhatikan dalam upaya mendorong tingkat konsumsi masyarakat. Yaitu dari sisi supply dan demand. Dari sisi supply dengan cara memastikan manufaktur sebagai sektor yang menyumbang sepertiga perekonomian Jawa Timur atau 30 persen dapat beroperasi dengan lancar. “Itu yang kita dorong, kita pastikan vaksinasi juga lancar,” jelasnya.
Cara selanjutnya, lanjut Emil, adalah dengan memastikan sisi permintaan. Pengendalian Covid-19 dapat mendorong pemerintah yang secara perlahan melakukan pembukaan aktivitas masyarakat. “Inilah dua cara sederhana, namun melaksanakannya tentunya sangat kompleks. Konsepnya sederhana tapi pelaksanaannya kompleks dan membutuhkan dukungan dari seluruh pihak,” katanya. (mus/rek) Editor : Lambertus Hurek