Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan Pesisir, DKPP akan Pekerjakan Jadi Petani

Administrator • Selasa, 9 November 2021 | 21:38 WIB
CLEAN: Petugas hotel membersihkan wastafel kamar untuk memastikan kebersihan dan keamanan tamu. (DOK/JAWAPOS)
CLEAN: Petugas hotel membersihkan wastafel kamar untuk memastikan kebersihan dan keamanan tamu. (DOK/JAWAPOS)
SURABAYA - Nelayan di pesisir kota Surabaya rencananya akan dipekerjakan untuk menggarap lahan pertanian milik Pemkot Surabaya. Sehingga nantinya diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Yuniarto Herlambang mengaku, saat ini masih dalam tahap sosialisasi kepada para nelayan yang tergabung dalam kelompok nelayan pesisir Surabaya. Mereka akan diberikan pemahaman tentang tugas baru yang akan dilakukan. Tentu hal ini berbeda dengan aktivitas sehari-hari nelayan yang dilakukan di laut.

Photo
Photo
Kepala DKPP Kota Surabaya Yuniarto Herlambang. (ISTIMEWA)

"Makanya kami berikan pemahaman dulu tentang tugas nelayan yang akan menggarap lahan pertanian. Dan mereka (nelayan) nanti kerjanya cuma tiga hari. Selebihnya mereka tetap mencari ikan di laut seperti biasanya. Jadi, dia nanti akan bekerja di titik-titik pemanfaatan lahan-lahan (pertanian) itu," katanya.

Herlambang menyebut,untuk tahap awal akan menggandeng sekitar 550 nelayan. Para nelayan ini tersebar di sembilan kecamatan yang ada di wilayah pesisir Kota Surabaya. "Ada sembilan kecamatan yang punya nelayan. Mulai Kecamatan Romokalisari hingga Gunung Anyar wilayah pesisir semuanya. Tapi nanti kerjanya tidak di pesisir saja," tuturnya.

Terkait rencana mulai dikerjakannya nelayan untuk menggarap lahan pertanian, pihaknya masih menunggu anggaran APBD Surabaya 2022 disahkan. "Kalau sudah disahkan, langsung kita jalankan. Uji cobanya di PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) ini kita lihat. Mudah-mudahan berjalan," ujarnya.

Dengan adanya pemberdayaan bagi nelayan pesisir Surabaya bisa meningkatkan kesejahteraan. Selain mendapatkan penghasilan dari mencari ikan di laut, nelayan juga ada pendapatan di darat sebagai petani. "Pada intinya, pak Wali Kota (Eri Cahyadi) menginginkan agar kesejahteraan nelayan di Surabaya dapat lebih meningkat. Karena nelayan ini lah yang nanti bakal membantu teman-teman DKPP menggarap lahan-lahan pertanian," harapnya.

Saat ini sebanyak 18 lahan yang tersebar di berbagai titik di seluruh Surabaya sudah ditanami berbagai tanaman pangan. Adapun 18 lahan Bekas Tanah Kas Desa (BTKD) yakni BTKD Jambangan, Kelurahan Sumber Rejo, Sambikerep, Lakarsantri, Kelurahan Jeruk RW 03, Persil 12 RW 13 Kelurahan Kebraon, Rusun Warugunung, Kecamatan Wonocolo, Tambak wedi, Bangkingan, Kutisari Indah Utara, Kutisari Indah Utara VIII Dekat Pasar, Pakal Jalan Kauman, Taman Balas Klumprik, Wonocolo 2, Medokan Asri, Wonocolo 3, Medayu Kosaghra Rungkut. (rmt/nur) Editor : Administrator
#Pertanian Surabaya #dkpp surabaya #Nelayan Pesisir #Petani Kota