Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Gubernur Khofifah Minta CPNS Peka Kondisi Masyarakat

Lambertus Hurek • Senin, 8 November 2021 | 03:45 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berbincang dengan peserta tes CPNS. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berbincang dengan peserta tes CPNS. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) golongan II angkatan 53-55 Tahun 2021 di lingkungan Pemprov Jatim. Sebanyak 120 PNS golongan II dan 880 orang CPNS golongan III hadir secara virtual di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Timur, Kota Malang.

Khofifah menekankan kepekaan seorang CPNS terhadap segala situasi yang terjadi di tengah tengah masyarakat. Seperti pandemi Covid-19 hingga tanggap terhadap bencana alam yang terjadi di sekitarnya. “Kepekaan berasal dari lubuk hati yang paling tulus dan mampu menggerakkan hati dalam memberikan pelayanan secara prima kepada masyarakat,” jelasnya Minggu (7/11).

Ia mencontohkan, pada saat menjabat sebagai menteri sosial era Kabinet Kerja, ketika ada bencana terjadi di Indonesia, dirinya mengaku biasa bergerak sebelum ditugaskan karena memang merupakan tugas Kementerian Sosial.

“Inilah salah satu bentuk kepekaan yang menggerakkan hati kita untuk dapat melayani masyarakat terdampak bencana tanpa harus diperintah. Contoh seperti itulah yang harus dimiliki dan ditanamkan oleh peserta Latsar untuk lebih peka terhadap persoalan yang terjadi,” terangnya.

Khofifah juga menekankan pentingnya penanaman Employer Branding dan Core Values di dalam diri ASN Pemprov Jatim. Mengacu pada arahan Presiden Joko Widodo, setiap ASN harus memiliki karakter berakhlak di dalam dirinya.

“Khusus untuk peserta yang sedang mengikuti Latsar kali ini, ada Employer Branding dan Core Values yang diluncurkan oleh Bapak Presiden Jokowi Juli lalu yaitu berakhlak,” katanya.

Mengutip pesan Bung Karno, Khofifah menekankan bahwa sekarang ini kita berada pada taraf investment. Yakni, taraf menanamkan modal-modal dalam arti yang seluas-luasnya.

“Taraf tersebut meliputi investment of human skill, material investment, dan mental investment. Artinya, pengembangan dan investasi sumber daya manusia menjadi kebutuhan strategis bagi birokrasi di Jatim,” katanya.

Khofifah mengingatkan para ASN agar tidak terpengaruh sentimen-sentimen yang tidak sesuai dengan Pancasila atau pandangan NKRI. Termasuk masalah mental investment sangat penting bagi pengembangan keterampilan sumber daya manusia (SDM).

“Saya berpesan agar bisa menyerap sebanyak-banyaknya sumber pembelajaran yang nantinya dapat dikembangkan dalam skema pembelajaran yang fleksibel, kolaboratif dan kebiasaan yang akan menjadi dasar untuk mencapai Jawa Timur yang maju dan unggul,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala BPSDM Jatim Aries Agung Paewai menyampaikan bahwa pelaksanaan Latsar bagi formasi CPNS Tahun 2019 baru saja dimulai pada Maret 2021 lalu. Itu karena masih tingginya angka kasus konfirmasi Covid-19.

Pelaksanaan Latsar bagi CPNS Formasi 2019 akan terbagi pada tahun 2021 sebanyak 10.853 orang dan tahun 2022 sebanyak 4.697 orang. Hingga November 2021 tercatat 6.156 peserta telah selesai menjalani Latsar, sementara 4.697 lainnya masih menjalani Latsar di berbagai tahapan.

“Setiap akhir pelaksanaan latsar, peserta diwajibkan untuk membuat satu inovasi yang bisa diterapkan di lembaga tempat mereka ditempatkan. Total lebih dari 5.000 inovasi telah dihasilkan oleh peserta latsar CPNS. Seluruh inovasi tersebut disebutnya merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat,” katanya. (mus/rek) Editor : Lambertus Hurek
#Khofifah motivasi CPNS Jatim #karakter PNS Jatim #inovasi CPNS Jatim #latsar CPNS Jatim