Menurut Armudji, penanggulangan bencana di Surabaya harus dipersiapkan mulai personel hingga peralatan menghadapi anomali cuaca dan La Nina. "Jadi, semua harus kita persiapkan sedini mungkin karena ada ancaman bencana hidrometeorologi," katanya.
Siaga bencana itu melibatkan BPB Linmas, DKRTH, Dinas PUBMP, Dinas Pemadam kebakaran, hingga Satpol PP. Wawali meminta BPB Linmas agar senantiasa menggerakkan pencegahan dan penanggulangan bencana secara partisipatif. Pihak RT, RW, LPMK, dan komponen masyarakat bisa melakukan tindakan awal.
"Pak Eri (Wali Kota Eri Cahyadi) dan saya ingin warga Surabaya selamat semua. Oleh karena itu, ke depankan pendekatan humanis dan upaya partisipatif,” tegasnya.
Wawali juga memastikan kondisi saluran air yang saat ini sudah dibersihkan dan diperbaiki. Sehingga tidak terjadi genangan air saat hujan deras. “Kita sudah mengambil langkah untuk meminimalisir bencana banjir. Kita lakukan pembersihan saluran dan 56 rumah pompa siap beroperasi saat hujan,” jelasnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini untuk waspada datangnya La Nina menjelang akhir tahun ini. Kepala BPB Linmas Kota Surabaya Irvan Widyanto memaparkan langkah mitigasi, personel, peralatan, dan pemetaan risiko bencana. “Ini sebagai bentuk kesiapan anggota mengantisipasi bencana hidrometeorologi,” pungkasnya. (rmt/rek) Editor : Lambertus Hurek