Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Gubernur Khofifah Minta Masyarakat Waspadai Kedatangan La Nina

Lambertus Hurek • Selasa, 2 November 2021 | 04:04 WIB
Nikita Mirzani. (ISTIMEWA/INSTAGRAM)
Nikita Mirzani. (ISTIMEWA/INSTAGRAM)
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta pemerintah daerah di Jawa Timur siaga menghadapi badai La Nina yang diprediksi terjadi pada penghujung 2021. Badai La Nina berpotensi meningkatkan curah hujan serta menyebabkan terjadinya peningkatan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

Gubernur mengemukakan mitigasi diperlukan guna meminimalkan dampak kerugian dan korban dari fenomena La Nina tersebut. Kesiapan personel, alat dan sarana pendukung harus dilakukan sedini mungkin agar tidak gagap jika sewaktu -waktu terjadi bencana.

"Selain apel kesiapsiagaan, mitigasi yang bisa dilakukan adalah dengan membersihkan saluran air dan selokan, pengerukan sungai, pembenahan tanggul sungai, optimalisasi drainase, pemangkasan pohon dan lain sebagainya," kata Gubernur saat memimpin apel siaga banjir di Bendungan Semantok, Desa Sambikerep, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Senin (1/11).

Khofifah mengatakan kesiapsiagaan tidak hanya di level pemerintah daerah saja. Masyarakat juga harus diajak untuk sadar lingkungan sekitar agar memahami risiko bencana yang dihadapi, sehingga gotong royong menjadi salah satu upaya meminimalkan risiko bencana.

"Misalkan sungai di wilayah tersebut rawan banjir akibat pendangkalan atau sedimentasi, maka masyarakat sekitar bisa bergotong royong melakukan normalisasi sederhana, menanam pohon di sepanjang daerah aliran sungai, dan sebagainya. Di titik mana butuh support dari pemerintah, hal tersebut bisa dikomunikasikan," ujarnya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini guna mewaspadai terhadap kedatangan La Nina menjelang akhir tahun ini. Berdasarkan pemantauan BMKG terhadap perkembangan terbaru dari data suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian Tengah dan Timur, saat ini nilai anomali telah melewati ambang batas La Nina.

Fenomena La Nina tahun 2021 ini akan berdampak pada peningkatan curah hujan bulanan berkisar antara 20 persen-70 persen di atas normalnya. Dengan ada potensi peningkatan curah hujan pada periode musim hujan tersebut, perlu kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi lanjutan dari curah hujan tinggi yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi. (mus/ant/rak) Editor : Lambertus Hurek
#awas La Nina #antisipasi bencana Jatim #Khofifah waspada bencana alam banjir longsor