Koordinator Komunitas Mural Budal Isuk Moleh Sakkarep (Bims) Lukman Hidayat menjelaskan, ide pembuatan mural tersebut dari BPB Linmas Kota Surabaya yang dikomandoi oleh Irvan Widyanto. Lukman dan teman-temannya telah menggarap mural tentang Covid-19 ini sejak Sabtu (30/10) lalu.
"Jadi mural ini idenya dari kita atas perintah dari BPB Linmas yang tema besarnya tentang Covid-19. Jadi kami buat selucu dan menarik mungkin untuk imbauan warga Surabaya," jelas Lukman, Minggu (31/10).
Ada 13 bingkai kotak yang saat ini masih dalam proses pembuatan. Ia mengaku, selama pembuatan mural ini yang paling sulit yakni pembuatan ide tiap bingkainya. Oleh karena itu perampungan mural ini dengan waktu lima hari ke depan.
"Paling lama lima hari untuk mural ini. Kendalanya selain gerimis. Juga masing-masing bingkai ini harus berbeda ceritanya. Kalau secara keseluruhan sih mudah. Tapi ini satu bingkai satu cerita berbeda-beda," ungkapnya.
Lukman berharap dengan pembuatan mural ini nantinya warga Surabaya bisa disipilin prokes dalam keseharian. "Makanya ditempatkan di jantung kota ini agar terbaca jelas imbauan prokes untuk menangkal Covid-19," ujarnya.
Sementara itu, menurut Wahyudi, pembuat mural yang bertema protokol kesehatan, membuat mural ini dibutuhkan waktu enam jam. Kini muralnya hampir rampung. "Dari sketsa sampai pewarnaan butuh waktu enam jam," ujarnya.
Kepala BPB Linmas yang juga Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, pembuatan mural ini mengingatkan agar warga Surabaya selalu disiplin prokes. "Ini Jalan Tunjungan kan jadi tempat mobilitas masyarakat. Jadi kami selalu ingatkan mereka agar selalu disiplin prokes," pungkasnya. (rmt/nur)
Editor : Lambertus Hurek