Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Omzet Pedagang SWK di Surabaya Sudah Pulih 85 Persen

Lambertus Hurek • Senin, 1 November 2021 | 04:08 WIB
Sentra wisata kuliner di Jalan Ketabangkali surabaya sudah mulai ramai sejak dua pekan lalu. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
Sentra wisata kuliner di Jalan Ketabangkali surabaya sudah mulai ramai sejak dua pekan lalu. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
SURABAYA - Pelonggaran PPKM Jawa-Bali memberi dampak positif bagi pedagang di sentra wisata kuliner (SWK). Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Surabaya mencatat, dari 48 SWK yang ada di Surabaya hanya 12 yang saat ini mendapatkan omzet seperti sebelum pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kota Surabaya Widodo Suryantoro menjelaskan, sebanyak 22 SWK sudah mampu mencatat omzet penjualan sekitar 85 persen. Sedangkan 12 SWK lain sudah 100 persen, bahkan lebih.

“Sudah sekitar 85 persen seperti normal. Tapi 12 SWK itu omzetnya sudah normal, bahkan ada yang lebih, seperti SWK Bratang dan Dharmahusada, sudah lebih dari normal,” jelasnya, Minggu (31/10).

Meski sudah diizinkan buka hingga pukul 24.00, Widodo menyatakan, seluruh pedagang di SWK tetap diwajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan. Tak terkecuali bagi para pengunjung atau pembeli. Seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Tapi pedagang kan macam-macam. Maka, kita juga selalu ingatkan dan dampingi. Ada pendamping di sana yang selalu mengingatkan prokes,” ujarnya.

Selama PPKM diatur jam operasional bagi warung makan, warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya yang diizinkan hingga pukul 22.00 WIB dengan maksimal pengunjung 75 persen. Sementara bagi pelaku usaha yang operasionalnya mulai malam hari, dapat beroperasi maksimal hingga pukul 00.00 WIB dengan kapasitas maksimal 75 persen.

Widodo mengaku, sejak PPKM Darurat diterapkan, beberapa pelanggan SWK bertanya kapan diizinkan buka. Nah, setelah situasi Covid-19 di Surabaya ditetapkan level 1, maka pedagang SWK akhirnya diizinkan beroperasi hingga tengah malam dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

“Pelanggan (SWK) mereka sendiri juga sudah lama menunggu kapan SWK kembali boleh dibuka,” terang mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya ini.

Karena itu, ia berharap, omzet atau pendapatan para pedagang di SWK dapat kembali normal. “Saat ini omzet mereka mencapai sekitar 85 persen. Semoga bisa segera kembali seperti sediakala,” harapnya.

Wakil Ketua Koordinator Pedagang SWK Surabaya Syafii Sholakhuddin mengatakan, omzet penjualan pedagang saat ini belum terlalu signifikan. Sebab, pembeli masih cenderung sepi meskipun pedagang diperbolehkan buka hingga pukul 24.00.

"Kami masih trauma dengan adanya razia-razia meski diperbolehkan buka hingga pukul 24.00. Ada saja petugas yang datang. Pembeli yang makan jadi takut," ujarnya.

Syafii yang juga berjualan di SWK Dharmahusada itu mengatakan, untuk bisa bertahan hidup, pedagang di SWK Dharmahusada harus memutar otak dengan online. "Ada 38 pedagang yang aktif di SWK ini. Selama PSBB hingga PPKM kami mengandalkan pemesanan melalui online,” katanya. (rmt/rek) Editor : Lambertus Hurek
#PPKM pedagang SWK surabaya merosot #omzet SWK surabaya pandemi #PPKM level 1 pedagang kuliner surabaya