Gedung-gedung pencakar langit itu memiliki berbagai fungsi, ada yang digunakan untuk mal, apartemen, hotel hingga perkantoran. Bahkan, pembangunan gedung tinggi di Surabaya, meski dalam masa pandemi Covid-19 tetap saja berlanjut.
Dari catatan yang dihimpun ada lima gedung tertinggi yang ada di Surabaya. Gedung paling tinggi di Surabaya yakni Tunjungan Plaza VI One Icon yang mempunyai 52 lantai, kemudian Tunjungan Plaza V The Peak yang mempunyai 52 lantai, Ciputra World Surabaya Skyloft mempunyai 50 lantai, Pakuwon Tanglin Mansion mempunyai 48 lantai, dan Pakuwon Orchard Mansion.
Keduanya gedung kembar yang berdekatan sama tinggi dengan desain yang sama mempunyai 48 lantai. Selain itu, masih banyak gedung-gedung tinggi lainnya yang masih dalam tahap pembangunan maupun sudah selesai dibangun.
Menurut Kabid Tata Ruang Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR) Kota Surabaya Lasidi, mayoritas gedung yang dibangun di wilayah Surabaya Selatan saat ini adalah apartemen dan hotel. Ketinggiannya beragam. Mulai 100 meter hingga 144 meter.
"Bergantung pada keinginan dan kebutuhan pengembang," katanya.
Untuk membangun gedung-gedung tinggi harus mempunyai kriteria. Terutama maksimal bangunan. Bangunan tinggi berdasarkan beberapa standar berkisar antara 75 kaki sampai 491 kaki mencapai 23 meter hingga 150 meter. Sedangkan bangunan yang lebih dari 492 kaki atau 150 meter.
"Tujuannya agar tidak mengangggu dunia penerbangan. Untuk membangun sebuah gedung juga harus sesuai dengan standar dunia penerbangan. Makanya gedung bertingkat ini juga dilengkapi dengan lampu sebagai tanda untuk pesawat," jelasnya.
Selain itu ia menyebutkan sejumlah bangunan yang saat ini dibangun sebenarnya sudah lama berizin. Tercatat, beberapa proyek mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB) sejak empat tahun lalu. (rmt/nur) Editor : Lambertus Hurek