Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Wagub Jatim Emil Dardak Minta Birokrasi Dikaji Ulang  

Lambertus Hurek • Kamis, 28 Oktober 2021 | 04:11 WIB
Wagub Jatim Emil Dardak memberi keterangan saat Workshop Sekolah Kader di BPSDM Jatim, Surabaya, Rabu (27/10). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
Wagub Jatim Emil Dardak memberi keterangan saat Workshop Sekolah Kader di BPSDM Jatim, Surabaya, Rabu (27/10). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
SURABAYA - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyambut baik dipilihnya Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI menjadi salah satu pilot project sekolah kader. Ini seiring dengan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam membentuk birokrasi yang bercitra positif dan memberikan terobosan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami sangat merasa terhormat Pak Deputi bahwa LAN Republik Indonesia mempercayakan BPSDM Jawa Timur sebagai salah satu yang akan mengawali pelaksanaan sekolah kader,” ujar Emil saat membuka workshop Sekolah Kader Tahun 2021 di Graha Eka Praja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur, Rabu (27/10).

Menurut Emil, iklim dan citra birokrasi dinilai kurang sesuai dengan perubahan zaman dan karakter milenial. Saat ini terjadi clash generation antara generasi milenial yang memiliki karakter cepat bosan, mudah galau, dan lainnya. Sementara generasi senior memilki karakteristik lamban, kaku, dan tidak mau berubah.

“Kami berharap sekolah kader ini nantinya akan mampu mengubah clash generation menjadi synergy generation. Sehingga jarak antara generasi milenial dan generasi senior bisa terjembatani,” katanya.

Menurut dia, hal tersebut bisa dilakukan dengan membekali  organisasi-organisasi yang ada di pemerintahan dengan apa yang menjadi tren terbaru saat ini dan dalam penyelesaian masalah pengelolaan organisasi. Sehingga diharapkan nantinya akan terbangun citra birokrasi yang baik dan positif. Yaitu menjadi sebuah solusi dari berbagai permasalahan yang kompleks serta untuk menjaga tata kelola sebuah sistem pemerintahan.

“Jika dulunya birokrasi merupakan solusi untuk menyelesaikan masalah dan menjaga tata kelola, saat ini birokrasi memiliki kesan yang negatif dan kaku. Birokrasi bukan tujuan akhir akan tetapi sebuah solusi untuk mencapai tujuan akhir. Maka dari itu perlu ada redefinisi,” ujar Emil.

Ia menambahkan, birokrasi yang ada saat ini harus dikaji ulang. Ini terlihat dalam proyek-proyek IT pemerintahan. “Misalnya pelayanan satu pintu online submission. Masyarakat bisa lebih cepat mendaftar tetapi yang kerja di belakang meja orang bisa pingsan karena proses birokrasi yang harus dilalui tidak berubah. Kalau kita tidak mengubah birokrasinya, jangan harap IT bisa menyelesaikan masalah. Karena IT bisa bagus manakala business process-nya juga bagus,” paparnya. (mus/rek) Editor : Lambertus Hurek
#emil dardak kaji ulang birokrasi #sekolah kader LAN RI #wagub jatim emil dardak evaluasi birokrasi #clash generation birokrasi