Pelatihan tersebut merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat ‘berutan’ dari tim dosen Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA yaitu Shelly Andari, S.Pd., M.Pd; Dr. Erny Roesminingsih, M.Si.;Syunu Trihantoyo, S.Pd., M.Pd.; dan Windasari, S.Pd., M.Pd.
Ketua PKM, Shelly Andari S.Pd., M.Pd., menyatakan bahwa kegiatan pelatihan tersebut didasarkan pada studi pendahuluan untuk mengetahui keadaan guru dan kepala sekolah di Paiton. Kemudian dilanjutkan dengan tahapan survey kebutuhan guru dan kepala sekolah di lapangan. “Dari situ kami identifikasi apa saja masalahnya di sana dan solusi apa yang bisa dilakukan. Pelatihan ini bagian dari upaya kami untuk guru dan kepsek di sana,” tuturnya.
Pelatihan tersebut terdiri dari beberapa tahap yang terdiri dari dasar sekolah inovatif, modul pengembangan sekolah inovatif berbasis riset, cara penyusunan modul, pengembangan sekolah inovatif berbasis riset dan juga pendampingan atau coaching clinic penyusunan modul.
Shelly memaparkan, sekolah inovatif adalah sekolah yang memberi kebebasan anak untuk berkreasi, mengekspresikan perasaan, dan mengeksplorasi bakat serta minatnya. Sekolah selain menekankan pemahaman, juga harus mampu membekali peserta didik dengan keterampilan dan kebutuhan di masyarakat. Sekolah yang harus tanggap atas keadaan dalam memenuhi harapan terhadap kebutuhan lingkungan peserta didik dengan pembangunan.
Pengembangan sekolah inovatif dapat dilakukan dengan langkah awal menyusun modul pengembangan sekolah. Modul pengembangan sekolah inovatif memuat panduan mengenai bagaimana cara menggali dan mendayagunakan seluruh potensi sekolah untuk menjawab berbagai pertanyaan dan permasalahan yang terjadi di sekolah.
Konsep sekolah inovatif perlu diimplementasikan sebagai upaya untuk mewujudkan sekolah yang ideal bagi masyarakat. Kondisi sekolah yang terdapat di Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo perlu dilakukan upaya peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan dengan memberikan bekal pengetahuan dan praktis kepada kepala sekolah maupun guru yang ada di sekolah-sekolah tersebut.
“Dengan pelatihan ini, semoga dapat memberikan impact yang baik tidak hanya untuk internal sekolah tetapi juga lingkungan eksternal dengan mendayagunakan seluruh potensi yang dimiliki di sana menuju penyelanggaraan pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing,” harapnya. (hum/jay) Editor : Administrator