Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jembatan Suramadu, Ide Gubernur HM Noer, Ikon dan Akses Pembangunan

Lambertus Hurek • Rabu, 13 Oktober 2021 | 04:03 WIB
Jembatan Suramadu memacu pertumbuhan ekonomi Pulau Madura dan Jawa Timur secara keseluruhan. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
Jembatan Suramadu memacu pertumbuhan ekonomi Pulau Madura dan Jawa Timur secara keseluruhan. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
SURABAYA - Berada di dua wilayah, yakni Surabaya dan Madura, Jembatan Suramadu memang menjadi ikon sejak diresmikan pada 10 Juni 2009. Penampakan jembatan yang indah dan megah memang member landscape tersendiri, khususnya bagi kota Surabaya. Jembatan itu memang menjadi daya tarik tersendiri, baik bagi penikmat visual maupun yang memanfaatkannya untuk beraktivitas.

Tak sekadar ikon, jembatan Suramadu juga menjadi akses penting antar kedua wilayah. Jembatan ini dibangun oleh pemerintah pusat sebagai sarana untuk memudahkan akses pembangunan di Madura.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap pembangunan ekonomi berseiringan dengan pelaksanaan Perpres Nomor 80 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan ekonomi di Jatim. Ia menambahkan dari lima prioritas dalam Prespres dimaksud salah satunya adalah Madura dan kepulauan."Sehingga percepatan pembangunan ekonomi harus dilakukan secepatnya," tuturnya.

Sementara Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, keberadaan Suramadu menjadi salah satu usulan Raden Panji Mohammad Noer (Gubernur Jawa Timur pada masa bhakti 1967-1976). Menurutnya, tujuan dari dibangunnya Suramadu ini agar lebih meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat Madura.

"Yakni dengan mempercepat pembangunan di Pulau Madura, meliputi bidang infrastruktur dan ekonomi di Madura," katanya.

Jembatan ini memiliki panjang 5.438 meter dan merupakan yang terpanjang di Indonesia pada awal abad ke-21. Pembangunan jembatan ini dimulai pada masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri, yakni tanggal 20 Agustus 2003. Memakan enam tahun pengerjaan atau tepatnya selesai pada 1 Maret 2009, Jembatan Suramadu lalu diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009.

Pada awalnya untuk melintasi jembatan ini dikenakan tarif tol mulai dari Rp 3.000 hingga Rp 90.000. Karena terlalu mahal, pemerintah pada 2016 memutuskan mengurangi tarif Jembatan Suramadu sebesar 50 persen, yakni golongan I menjadi Rp 15 ribu, begitu seterusnya hingga golongan V yakni Rp 45 ribu.

Sementara tarif sepeda motor dibebaskan sejak 2015 alias gratis. Kemudian pada 27 Oktober 2018 resmi digratiskan oleh Presiden Joko Widodo. Kini Jembatan yang menghubungkan dua pulau itu menjadi jembatan non tol.

Menurut Jokowi, selama ini memang jalan tol memberikan pemasukan bagi negara. Tetapi, pemasukan tersebut tidak selaras dengan pertumbuhan ekonomi di Madura. (mus/nur) Editor : Lambertus Hurek
#suramadu diresmikan 10 juni 2009 #jembatan suramadu ikon surabaya #ekonomi madura Suramadu #suramadu ide gubernur HM Noer