Ia menjabat sebagai Gubernur Jatim pada rentang periode tahun 1945 - 1948. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Bupati Magetan dari tahun 1938 hingga tahun 1943. Selain itu, ia juga dikenal sebagai pahlawan nasional.
Setibanya di kompleks makam, Gubernur Khofifah disambut bupati Magetan dan jajaran forkopimda setempat serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Provinsi Jawa Timur.
Upacara ziarah diawali dengan pembacaan sejarah singkat Gubernur Soerjo. Selanjutnya, Gubernur Khofifah yang bertindak sebagai pimpinan ziarah memimpin prosesi penghormatan, mengheningkan cipta, peletakan karangan bunga, dan tabur bunga ke makam pahlawan nasional tersebut. “Acara ziarah ini merupakan tradisi dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Jawa Timur yang jatuh pada 12 Oktober mendatang. Untuk itu, ziarah ini menjadi bagian dari cara generasi penerus bangsa untuk menghargai dan menghormati jasa dan keteladanan para pendahulu bangsa. Alhamdulillah ini tahun ketiga saya bisa memimpin langsung ziarah ke makam Gubernur Soerjo, dan beliau adalah peletak dasar atau babat alasnya Jawa Timur,” katanya.
Oleh karena itu, Khofifah mengajak kepada seluruh masyarakat Jatim, terutama generasi muda, untuk meneladani jejak perjuangan dan pengorbanan para pahlawan nasional. Serta terus membangun komitmen bahwa ada perjuangan, pengorbanan dan keteladanan dari para pahlawan nasional. “Seringkali kita mendengar bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa memberikan penghormatan, menghargai jasa-jasa para pahlawannya, apalagi beliau juga seorang pahlawan nasional,” jelasnya.
Gubernur Soerjo, kata Khofifah, semasa hidupnya terkenal sebagai sosok pemimpin pemberani dan tegas. Keberaniannya tersebut terlihat saat sekutu memberi ultimatum kepada seluruh rakyat Surabaya untuk menyerah pada 10 November 1945. Namun, lanjutnya, Gubernur Soerjo berani menolak mentah-mentah ultimatum tersebut dan memilih berperang melawan sekutu. Sekian waktu berlalu, tanggal 10 November lantas diperingati sebagai Hari Pahlawan.
“Gubernur Soerjo telah diangkat menjadi Pahlawan Nasional dan namanya pun diabadikan sebagai nama jalan utama didepan Gedung Negara Grahadi, di Surabaya. Oleh sebab itu wajib kita teladani jasa beliau dan para pahlawan nasional lainnya, tentu sesuai dengan tantangan zaman yang kita hadapi saat ini,” katanya. (mus/opi) Editor : Lambertus Hurek