Ketua Komisi A DPRD Jatim Mayjen TNI (Purn) Istu Hari Subagio mengakui penentuan 7 komisioner KPID Jatim terpilih dan 7 komisioner KPID Jatim cadangan dilakukan melalui voting tertutup.
"Kalau ada yang mempertanyakan kenapa didominasi aktivis underbow PKB dan PDIP, itu adalah bagian dari dinamika demokratisasi karena anggota Komisi A memang yang terbanyak dari dua partai ini," ujarnya, Selasa (28/9).
Ia mengakui saat fit and proper test rata-rata peserta memiliki integritas, kapasitas dan wawasan kebangsaan yang bagus. "Basic mereka memang aktivis semua, tapi 2 dari 7 orang yang terpilih itu calon incumbent," jelasnya.
Sementara itu anggota Komisi A DPRD Jatim lainnya Ubaidillah mengatakan Ketujuh orang terpilih telah melewati serangkaian tes yang diberikan panitia seleksi dan menyisihkan 100 orang lebih, kemudian mengerucut 21 orang pada tanggal 25-26 September.
Hingga akhirnya Komisi A melakukan penjaringan dengan melaksanakan fit and proper test terhadap 21 orang tersebut. "Sesuai dengan kesepakatan, setiap anggota dewan memilih tujuh nama yang dianggap paling baik," katanya.
Dari 21 nama peserta tersebut, munculah 7 nama yang terpilih yakni A Afif Amrullah, Immanuel Yosua T, Romel Masykuri, Royin Fauziana, Dian Eka R, Habib MR, dan Sundari.
"Kami memilih secara demokratis dan sesuai dengan hati nurani masing-masing, memilih sesuai dengan kompetensi yang dimiliki peserta. Saya berharap di tangan mereka KPID Jatim bisa semakin maju mengawal dan memberikan edukasi penyiaran kepada masyarakat," pungkasnya. (mus/jay) Editor : Administrator