Pergelaran ini digelar bertujuan untuk diafiliasikan dengan Mr. Teen Indonesia yang sempat suskses terlaksana pada 2020 lalu. Menurut Ketua penyelenggara Nasional Organisasi Committee (NOC) Miss Teenager Indonesia Saiful Bahri, diadakannya ajang ini karena banyaknya permintaan dari masyarakat Indonesia.
“Makanya kita cetuskan ini. Responsnya juga sangat antusias, kontestannya juga lebih dari 25 orang dan ini akan diambil lagi dari 34 provinsi di seluruh Indonesia. Tuan rumahnya Surabaya, Jawa Timur pada 16-21 Desember mendatang,” kata Saiful.
Penilaiannya, lanjut Saiful, nantinya akan ada psikotes, catwalk model, tradisional costum, evening gown, dan yang paling penting menurutnya adalah interview. Nantinya calon peserta akan dinilai dari segi pengetahuan hard skill dan soft skill yang dimiliki.
“Jadi lebih condong ke pengetahuan pendidikan di usia remaja. Bagaimana mereka bisa menjadi motivator bagi remaja lainnya dan diharapkan menjadi sosok remaja yang merepresentasikan remaja Indonesia,” jelas Saiful.
Nantinya para remaja yang telah lolos seleksi akan menjadi brand ambassador dari Platinum Skill, yaitu lembaga yang ada di bawah naungan Kementrian Pendidikan dan Kementrian Pariwisata untuk mengharumkan nama Indonesia. “Pendaftarannya masih dibuka sampai 31 Oktober, nanti 1 November dibuka di sana dan grand finalnya di sana juga,” ungkapnya.
Jatim dipilih menjadi tuan rumah, menurut Saiful, karena provinsi ini kaya dari segi objek wisata, panorama, dan berbagai kultur lainnya. “Dari hasil voting tuan rumah perdana, kami voting di medsos pemilih Jatim sangat tinggi. Kami juga berkaca Mr Teen Indonesia 2020, kami selenggarakan di Jatim juga sangat memuaskan,” imbuhnya.
Sementara itu, salah satu kontestan Miss Teenager Arsila Khairunisa mengatakan, even ini banyak manfaatnya, mulai dari kegiatan sosial, organisasi, pengetahuan hingga kerja sama tim.
Dia mengatakan sebagai perempuan merasa beruntung mengikuti pagelaran bergengsi ini. “Menurut saya Miss Teenager ini sangat bagus untuk meningkatkan soft dan hard skill terutama bagi remaja perempuan seperti saya,” ujarnya.
Selain bangga pada diri sendiri, dirinya juga bangga bisa membawa nama daerah asalnya hingga ke kancah nasional bahkan internasional. “Jadi teman-teman remaja yang akan ikut, jangan ragu, di sini kita banyak belajar dan pastinya akan bisa mengembangkan ilmu pengetahuan,” kata gadis asal Kalimantan Timur tersebut. (gin/nur) Editor : Administrator