Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) merancang aplikasi E-Batik Nusantara. E-Batik dirancang menggunakan metode augmented reality berbantuan combine close sebagai media pembelajaran atau sarana edukasi ragam batik tanah air.
Inisiator E-Batik, Aas Nafilah Ilmi mengatakan, apalikasi tersebut sudah melalui riset dan dan sudah melewati tahap ujicoba. Bahkan ia menyebut sudah mulai digunakan di sekolah Kota Surabaya. “Kalau mau belajar batik, macam-macamya, motif dan maknanya dari berbagai daerah bisa lewat E-Batik,” ujarnya, Kamis (23/9).
E-Batik ini memiliki beberapa fitur utama, mulai dari materi, game hingga informasi seputar aplikasi dan petunjuknya. Lebih lanjut ia menjelaskan, cara kerja aplikasi itu pun cukup sederhana.
Pada tampilan utama dimunculkan peta Indonesia yang jika salah satu daerah di-klik, akan muncul ikon model berbaju batik ciri khas daerah tersebut yang disertai dengan keterangan nama batik hingga filosofinya. “Jenis dan makna batik 34 provinsi di Indonesia semua ada di aplikasi,” jelasnya.
Visual model batik dirancang berbasis 3D sehingga bisa digerakkan, diputar atau diperbesar dengan sentuhan jari. Selain itu, Nafila menyebut, di aplikasi itu dilengkapi dengan suguhan 34 lagu daerah dan fitur permainan sederhana berupa tanya jawab dan tebak-tebakan seputar batik nusantara. "Jadi bisa diputar lagunya juga," imbuhnya.
Dengan hadirnya apalikasi tersebut, dapat mengedukasi dan mendorong anak-anak bangsa sehingga tertarik mempelajari, memahami dan memaknai batik sebagai bagian dari warisan penting bangsa Indonesia.
Tentu harapannya, tidak sebatas memahami batik sebagai warisan dan karya seni serta budaya bangsa, tetapi lebih jauh sebagai kearifan lokal dan inspirasi dalam berkreasi dan berinovasi bagi para generasi.
“Orang luar kagum dengan batik kita, masa kita nggak bangga dan nggak belajar tentang batik kita sendiri. Lama-lama batik bisa terkikis dari atensi generasi kalau tidak diperkenalkan dan diajari sejak dini,” tegas mahasiswa S-1 Pendidikan IPS ini.
Ia dan teman-temannya berharap, aplikasi edukasi tentang batik tersebut bisa memudahkan para guru dalam mengajar dan para siswa dalam belajar tentang batik nusantara.
Selain Nafila, dalam pembuatan E-Batik juga melibatkan rekan lainnya, yakni Novan Ari Pradana D-4 Manajemen Informatika, Moch. Anan Charismadeyanto dari S-1 Pendidikan IPS, Maharani Syahdilla Putri W dari S-1 Desain Komunikasi Visual, dan Ama Fatmala S-1 Pendidikan IPS. (rmt/nur/jay) Editor : Administrator