Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Surabaya Raya PPKM Level 2, Lamongan Level 1

Administrator • Jumat, 10 September 2021 | 00:04 WIB
RESPON BAIK : Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta didampingi Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Anton Elfrino Trisanto berkomunikasi dengan masyarakat saat vaksinasi drive thru, Rabu (8/9). (ISTIMEWA)
RESPON BAIK : Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta didampingi Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Anton Elfrino Trisanto berkomunikasi dengan masyarakat saat vaksinasi drive thru, Rabu (8/9). (ISTIMEWA)
SURABAYA - Status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Surabaya Raya sempat simpang siur. Sempat turun ke level 2, naik lagi ke level 3, dan kini turun lagi ke level 2. Apa pun levelnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan.

Berdasar data asesmen situasi kabupaten/kota dari Kementerian Kesehatan yang dirilis tanggal  7 September, Jawa Timur menjadi satu-satunya provinsi di Jawa yang memiliki kabupaten/kota PPKM level 1, yakni Kabupaten Lamongan. Secara umum Provinsi Jatim menjadi level 2.

PPKM Level  2 meningkat dari 0 kabupaten/kota menjadi 16 kabupaten/kota. Di antaranya, Kabupaten Tuban, Sumenep, Situbondo, Sidoarjo, Sampang, Probolinggo, Pasuruan, Pamekasan, Kota Surabaya, Kota Pasuruan, Kabupaten Gresik, Bondowoso, Bojonegoro, Banyuwangi, dan Bangkalan.

Sedangkan PPKM level 4 terdapat penurunan dari 30 kabupaten/kota menjadi dua kabupaten/kota. Yakni, Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Magetan.

Gubernur Khofifah mengaku bersyukur dan berterima kasih atas kerja keras dan partisipasi semua pihak yang ikut mencegah penyebaran Covid-19 di Jatim. Mulai Forkopimda Jatim, pemkab/pemkot, tenaga kesehatan (nakes), tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, media, dan seluruh elemen masyarakat.

"Alhamdulillah, Jawa Timur menjadi satu-satunya provinsi yang memiliki kabupaten/kota pada level 1 sesuai asesmen yang dilakukan Kemenkes RI, yaitu Lamongan.  Terima kasih kekompakan dari semua pihak, termasuk bupati/wali kota bersama forkopimda se-Jatim, nakes, dan sebagainya,” ujar Khofifah.

Khofifah menjelaskan, berbagai unsur dalam penanganan Covid-19 juga mengalami perbaikan. Yaitu tren kasus positif, tren rawat inap, tren kematian, tren positivity rate, dan tren bed occupancy rate (BOR) yang semuanya turun. Sementara tren tracing naik terus.

Tren kasus positif Jatim mengalami penurunan dari 115,7 menjadi 13,68 kasus per 100 ribu penduduk per minggu. Tren rawat inap mengalami penurunan dari 36,82 menjadi 9,58 kasus per 100 ribu penduduk per minggu, tren kematian turun dari 6,27 menjadi 1,8 kematian per 100 ribu penduduk per minggu.

Sementara tren yang mengalami penurunan yaitu positivity rate dari 47,09 persen menjadi 3,55 persen positivity rate per minggu, dan BOR dari 81,51 persen menjadi 20,37 persen BOR per minggu. Sedangkan tren tracing mengalami peningkatan dari 1,27 menjadi 12,6 kontak erat dideteksi per kasus per minggu.

"Tingkat keterisian tempat tidur atau BOR di Jatim ini juga sudah berada sangat jauh di bawah standar WHO, yaitu di bawah 60 persen," katanya.

Gubernur meminta semua pihak dapat mempertahankan capaian posisi zonasi level daerah maupun unsur-unsur lainnya. Selain itu, seluruh elemen masyarakat diminta tidak lengah dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) di mana pun berada. Sehingga,  Covid-19 makin terkendali dan terus melandai.

Level Turun, Vaksinasi Capai 30 Persen

Sementara itu, vaksinasi yang dilaksanakan pemerintah, kepolisian, hingga TNI bersama tenaga kesehatan sudah sampai 30 persen di Jawa Timur. Ini disampaikan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta saat melihat langsung vaksin drive thru di Polres Pelabuhan Tanjung Perak kemarin.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta mengungkapkan, vaksinasi drive thru ini banyak peminat karena masyarakat bisa mengantre dengan tetap di kendaraannya tanpa bergerombol. Ia menyampaikan saat ini wilayah aglomerasi Surabaya, yaitu Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo sudah PPKM  level II.

Ia berharap masyarakat segera vaksin sehingga level PPKM bisa turun lagi. "Level sudah turun, saya harap tetap disiplin protokol kesehatan (prokes) dan jaga jarak. Saya juga apresiasi vaksinasi di Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Saat ini ada vaksin yang datang dan akan segera disalurkan," jelasnya.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Anton Elfrino Trisanto menuturkan, vaksinasi yang dilaksanakan kemarin untuk dosis pertama dan kedua. Pihaknya juga menyiagakan mobil home care untuk vaksin di setiap kecamatan dan saat ini sudah menyentuh semua kecamatan di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak. "Silahkan vaksin namun siapkan aplikasi peduli lindungi, karena nanti sertifikat bisa diakses di sana," ungkapnya.

Salah satu peserta vaksin Umi Azizah mengataku lebih senang dengan vaksin drive thru. Ia tidak perlu bergerombol dan mengantre untuk vaksin. Cukup di mobil dan menunggu giliran disuntik. "Lebih aman dan terbilang cepat. Saya takut bergerombol jadi saya pilih vaksin di sini," ungkapnya. (mus/gun/rek) Editor : Administrator
#PPKM Surabaya Raya #Surabaya Raya Level 2 #pemprov jatim