Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Usai Berlatih, Guru Silat Ini Diduga Cabuli Dua Murid Laki-Lakinya

Administrator • Selasa, 1 Juni 2021 | 09:03 WIB
Usai Berlatih, Guru Silat Ini Diduga Cabuli Dua Murid Laki-Lakinya
Usai Berlatih, Guru Silat Ini Diduga Cabuli Dua Murid Laki-Lakinya

SURABAYA - Bukannya menjadi panutan, guru bela diri di kawasan Tambak Wedi, Surabaya, ini malah mencabuli dua murid laki-lakinya. Sudiyono, 52, warga Desa Semampir, Sedati, Sidoarjo, yang tinggal di Tambak Wedi, akhirnya ditangkap polisi. 


Tersangka Sudiyono diduga mencabuli dua siswanya berinisial OA, 11, dan RJS, 13. Pencabulan itu dilakukan tersangka Sudiyono seusai melatih bela diri. Ia melatih pencak silat di rumah kosong milik salah satu orang tua korban. Latihan tersebut dilakukan tersangka setiap malam pukul 22.00.


Setelah latihan, sang bocah diajak tidur bersama di rumah tersebut. "Awal tidur bersama tidak terjadi apa-apa," kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum, kemarin (31/5).


Hingga akhirnya, pada kesempatan lain aksi pencabulan itu diulangi lagi oleh tersangka. Korban diajak tidur bersama seusai latihan. Ini terjadi pada Maret lalu. Saat korban tidur, tersangka langsung menciumi korban di bagian bibirnya. 


Selanjutnya, ia mencabuli korban dari belakang. Korban sempat berontak, tapi tidak bisa melawan karena mendapat ancaman. "Tersangka mengancam jika tidak mau dan memberitahu orang tuanya, maka korban tidak akan dilatih bela diri," kata Ganis.


Nah, perbuatan bejat tersangka ini akhirnya diketahui setelah korban OA yang masih duduk di sekolah dasar (SD) mengeluh nyeri di bagian belakangnya. Orang tua korban pun menanyakan penyebab sakit tersebut hingga korban menceritakan aksi bejat tersangka.


Orang tua korban kemudian memeriksakan sakit korban dan dokter membenarkan ada lecet tersebut. "Orang tua korban melapor dan tersangka kami amankan," kata Ganis.


Ganis mengungkapkan, tersangka Sudiyono mengaku hanya satu kali melakukan aksi pencabulan terhadap OA dan RJS. Namun, dari luka yang dialami OA di bagian dubur, diduga tersangka melakukan lebih dari sekali. 


"Kami masih mendalami kemungkinan ada korban lagi. Kami juga periksakan kemungkinan ada gangguan kejiwaan (pedofilia). Jika ada yang merasa menjadi korban silahkan melapor ke kami," ungkapnya.


Sementara itu, tersangka Sudiyono mengaku hanya sekali melakukan aksi pencabulan itu. Ia juga menyebut baru belakangan ini saja suka dengan anak laki-laki. Sudiyono sendiri sudah lama menduda. Ini juga yang dijadikan alasan untuk mencabuli bocah laki-laki. 


"Saya khilaf. Sejak menduda itu saya suka anak-anak. Namun, saya tidak suka yang berlebih," kata Sudiyono.  (gun/rek)

Editor : Administrator
#polres tanjung perak