Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

BNNP JATIM: Setahun 500 Ribu Warga Pakai Narkoba

Administrator • Rabu, 23 Desember 2020 | 10:50 WIB
BNNP JATIM: Setahun 500 Ribu Warga Pakai Narkoba
BNNP JATIM: Setahun 500 Ribu Warga Pakai Narkoba
SURABAYA-Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim akan terus melakukan pencegahan penyalahgunaan, pemberantasan peredaran gelap narkotika di Jatim. Berdasarkan penelitian tahun 2019, tercatat 554.108 jiwa pernah memakai narkoba dalam setahun terakhir.

Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Idris Kadir menyatakan selama ini peredaran narkotika di Jatim berasal dari Malaysia. Dengan melibatkan pelaku terbanyak tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Madura untuk jenis metamphetamine (sabu). "Sabu, ekstasi dan ganja dominan beredar," ungkap Idris di Kantor BNNP Jatim, Surabaya.

Mantan Kepala BNNP Sulawesi Selatan itu menambahkan, di Provinsi Jatim, Madura menjadi pintu masuk. Sementara untuk ganja yang masuk ke Jatim berasal dari jaringan Aceh yang dikendalikan di Sumatra Barat dan dijual melalui pasar online.

"Modusnya sekarang pengiriman (saat pandemi) menggunakan jasa paket," katanya. Dalam pemberantasan, lanjut Idris, BNNP juga berkoordinasi dengan kepolisian, bea cukai dan pihak terkait. Sementara untuk pemberantasan dan pencegahan BNNP Jatim juga didukung 17 BNNK yang ada di jajaran.

"Adanya kampung anti narkoba dan kampung bersih narkoba itu juga sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba," tegasnya.

Perwira tinggi (pati) bintang satu itu menyebutkan, dalam waktu dekat BNNP Jatim juga akan memiliki lembaga rehabilitasi di Bangkalan, Madura. "Tanah seluas 1,2 hektare itu merupakan hibah dari penyitaan KPK. Dan besok akan diserahkan ke BNNP Jatim di Jakarta," katanya. (rus/rek) Editor : Administrator
#500 ribu warga pakai narkoba #refleksi setahun #bnnp jatim