Tersangka R dan I ikut membacok korban menggunakan celurit yang sudah dibawa dari rumah. Adapun tiga tersangka, Alfian alias Salong, 20, warga Jalan Bogen, Tambaksari; BLRA, 18, warga Jalan Kalijudan, Surabaya; dan Ram, 18, warga Jalan Kaliasin, Surabaya.
Tersangka Salong dan Ram membacok korban dua kali menggunakan celurit. Sementara BLRA menganiaya korban dengan balok kayu. "Bahkan, Salong yang mengumpulkan Tim Guk Guk (TGG) untuk tawuran," kata Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo, Rabu (2/12).
Pengakuan tersangka, tawuran tersebut bermula dari saling serang di media sosial (medsos). Hingga kelompok All Star dan TGG sama-sama panas dan tersulut emosi. Kemudian mereka sepakat bertemu di Jalan Tembaan. Tawuran pun pecah di lokasi yang berdekatan dengan Pasar Turi tersebut.
TGG dikoordinasi oleh Salong. Mereka datang menggunakan senjata tajam seperti samurai, golok, celurit, gergaji besi rakitan, hingga bom molotov. "Kami juga amankan rahang sapi yang digunakan untuk tawuran. Balok kayu yang digunakan untuk memukul korban serta barang bukti lain,” ujarnya.
Saat itu, diduga kelompok All Star kalah dan melarikan diri. Nah, korban MR berboncengan dengan temannya. Namun nahas, saat baru duduk di jok sepeda motor, teman korban langsung tancap gas hingga MR yang belum siap akhirnya terjatuh.
Saat terjatuh di aspal jalan itulah, warga Jalan Gembong V tersebut langsung dikeroyok tersangka bersama teman-temannya yang lain dengan senjata tajam. "Ini masih lima orang tersangka. Total sekitar 15 orang yang melakukan penganiayaan terhadap korban hingga meninggal dunia,” katanya. Korban meninggal dunia dengan 17 luka bacokan di tubuhnya.
AKBP Hartoyo mengatakan, pihaknya sudah mengetahui identitas masing-masing pelaku penganiayaan. Ia meminta agar semua pelaku segera menyerahkan diri daripada ditangkap. Anggota Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya sudah diminta memburu pelaku lainnya.
Hartoyo menyebut ada 13 sepeda motor yang diamankan dari lokasi. Beberapa di antaranya milik tersangka. Ia meminta pemilik segera mengambil motornya. Motor yang ditinggalkan ini kebanyakan milik para pemuda yang ikut tawuran. "Mereka diduga melarikan diri saat tahu ada korban meninggal dunia,” ujarnya. (gun/rek) Editor : Administrator