Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tertipu Robot Trading yang Dipromokan di TV, Uang Ratusan Juta Amblas

Administrator • Minggu, 26 Juli 2020 | 17:07 WIB
Tertipu Robot Trading yang Dipromokan di TV, Uang Ratusan Juta Amblas
Tertipu Robot Trading yang Dipromokan di TV, Uang Ratusan Juta Amblas


SURABAYA-Belasan orang mendatangi Polrestabes Surabaya, Jumat (23/7) siang. Mereka melaporkan pengelola produk investasi yang diduga merugikan nasabah. Modal ratusan rupiah juta yang diinvestasikan diduga lenyap. 


Yakub jauh-jauh datang dari Jogja untuk melaporkan kasus tersebut. Ia bersama korban lain membawa bukti penipuan tersebut. Yakub mengaku awalnya tertarik mengikuti investasi itu karena pemiliknya, Ferry Chan, memasarkan melalui salah satu televisi lokal di Surabaya. Ia pun menanamkan modalnya hingga mencapai 117 juta.


"Awal saya kasih Rp 31 juta kemudian beli robot (trading) Rp 50 juta. Pada 2018 ada Rp 117 juta di akun saya," ujarnya di Polrestabes Surabaya. 


Yakub percaya karena saat pertama kali melakukan investasi sudah mendapat keuntungan yang lumayan. Hingga akhirnya Yakub sempat datang ke Ferry.  Ia diberitahu jika robot trading akan diservis sehingga ia diminta segera mengambil uangnya.


Korban sempat mengambil uang tersebut namun ditawari lagi oleh Ferry untuk ikut menanam modal lagi. "Ia menawarkan titip trading dengan keuntungan 10 persen dari modal. Dengan modal awal Rp 100 juta," katanya. 


Mendapat ajakan tersebut, pihaknya tertarik dan menyerahkan uang Rp 100 juta. Hingga sisa Rp 17 juta di rekeningnya. Hingga saat ini janji keuntungan itu tidak pernah ada. Sejak saat itu pula nomor korban diblokir. Mereka sempat mendatangi kantor FC33 tapi tidak bisa menemukan Ferry.


"Banyak korban. Sebelumnya sudah ada 12 orang yang melapor dan sudah diterima laporannya," jelasnya. 


Yakub mengungkapkan, temannya yang lain rata-rata menderita kerugian ratusan juta. Ada yang Rp 100 juta hingga 750 juta. "Semuanya uang tidak kembali. Rata-rata orang tua seperti saya yang ikut. Bahkan, ada yang dari Sumbawa dan menggunakan uang pesangonnya untuk investasi tapi malah tertipu," katanya. 


Kanit Harda Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Giadi Nugraha mengatakan bahwa pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. Ada dua laporan polisi. Satu ditangani unitnya dan satunya ikut unit lain. "Kami kumpulkan bukti dulu," ungkapnya. (gun/rek) 


Editor : Administrator
#polrestabes surabaya