Sejak beberapa tahun terakhir wayang mulai ditinggalkan peminatnya. Hanya kalangan tua saja yang masih mengikuti seni pertunjukan ini. Untuk membangkitkan daya tarik wayang, Ketua Persatuan Dalang Indonesia (Pepadi) Gresik, Ki Puguh Prasetyo mencoba membuat inovasi. Yakni wayang dengan gambar kartun.
Fajar Yuli Yanto-Wartawan Radar Gresik
WAYANG dengan gambar kartun tersebut ia tampilkan dalam salah satu kegiatan di Hotel Horison Gresik beberapa waktu lalu. Pertunjukan tersebut berhasil membuat ratusan anak-anak yang menonton betah.
“Memang konsep kartun ini saya buat agar bisa menarik minat generasi milinial untuk kembali cinta pada wayang,” ujar Ki Puguh.
Meskipun wayangnya berbentuk kartun, cerita yang dibawakan tetap seputar dunia pewayangan. Seperti yang ia bawakan dalam pertunjukan tersebut. Yakni tentang pandowo limo. Sebab, dalam pesan di dalam cerita pewayangan tetap bisa diaplikasikan pada masa sekarang.
“Misalnya pandow0 limo. Dalam cerita ini memberikan pesan bahwa kejahatan akan selalu kalah dengan kebaikan. Hal itu tercermin dari kemenangan Pandawa Lima dari seteru abadinya Kurawa yang menjadi simbol kejahatan,” ungkap dia.
Selain membuat inovasi gambar wayangnya. Ia juga merubah jam pertunjukan wayang. Jika biasanya wayang ditampilkan dini hari, saat ini ia mencoba lebih fleksibel. Selain itu, durasinya juga dibuat lebih cepat hanya 1,5 jam saja.
“Kalau figur kartun fungsinya hanya sebagai variasi saja supaya anak-anak tidak jenuh selama pertunjukan. Anggap saja itu sebagai bintang tamu,”ujarnya. (*/rof)
Editor : Administrator