Bidang Reserse Kriminal (Reskim) sudah dijalani Kapolsek Tulangan AKP Gatot Setyo Budi puluhan tahun. Berbagai kasus pembunuhan menjadi salah satu bumbu perkara yang sering ditangani oleh mantan Kasatreskim Polres Jombang tersebut.
HENDRIK MUCHLISON-Wartawan Radar Sidoarjo
TAK heran jika banyak proses adaptasi yang dilakukannya saat harus duduk di kursi Tulangan 1 tersebut. Sejak dilantik pada awal tahun 2019 lalu dia harus menguasai banyak kasus agar setiap perkara yang masuk di mejanya bisa diselesaikannya.
Saat ditemui di ruangannya, perwira asal Kota Reog, Ponorogo ini menceritakan banyak kisah tentang ungkap kasus yang sudah dilakukannya. “Banyak ilmu yang saya dapat dari Reskrim” ujar Gatot, Senin (28/1)
Dia mengaku, selama di Reskrim telah banyak menangani dan mengungkap kasus pembunuhan. Misalnya, saat dinas di Polres Madiun, ia telah mengungkap lima kasus pembunuhan. Termasuk kasus pembunuhan mahasiswi yang berada di hutan Saradan, Oktober 2015 lalu.
Baginya, kasus pembunuhan memberikan kesan tersendiri. Selain menjadi atensi publik, juga memiliki tantangan untuk bisa mengungkap. “Sangat tertantang mengungkap kasus pembunuhan,” imbuh Gatot yang juga pernah dinas di Polrestabes Surabaya tersebut.
Meski sudah banyak kasus pembunuhan yang telah diungkap, hal tersebut tidak membuat Gatot besar hati. Ia mengaku kerja kerasnya tidak lepas dari bantuan dari Tuhan yang memberinya kemudahan.
“Terima kasih kepada Tuhan yang selalu mempermudah pekerjaan saya,” ucap perwira yang ikut mengungkap kasus pencurian berkedok babi ngepet di Jombang itu.
Kini Gatot harus menunaikan tugas baru sebagai Kapolsek Tulangan. Dirinya berharap dapat memberikan kinerja terbaiknya saat menjalani tugas yang tergolong baru itu. Selain itu dia juga berharap dapat bekerjasama dengan unitnya di Polsek Tulangan.
Dia akan berupaya semaksimal untuk menjaga kondusifitas khususnya di wilayah hukum Polsek Tulangan. “Kami ingin masyarakat ikut membantu keamanan dan kenyamanan di wilayah Tulangan,” pungkasnya. (son/vga)