SURABAYA - Suyono, 38, masih berduka. Ia mengatakan bahwa sebelum berangkat, raut muka istrinya, almarhumah Siti Yuniati, terlihat sedih. Namun, ia tak menduga jika itu sebagai tanda akan terjadi musibah.
"Aslinya (Siti Yuniati) hatinya kurang enak. Nggak mau pergi, dia di rumah saja. Sempat bilang, ‘Saya gak ikut di rumah aja’," kata Suyono saat ditemui di rumah duka di Jalan Rungkut Lor IX/5 Surabaya, Selasa (29/1).
Namun karena ajakan silaturahmi keluarga, Yuniati pun tetap berangkat bersama kakak dan saudaranya yang lain. Apalagi hal itu diniatkan untuk silaturahmi keluarga yang lama tak bertemu.
Suyono menceritakan, setelah pamit, istrinya berangkat bersama mertua dan kakaknya silaturahmi ke Blitar dan Tulungagung. Mereka berangkat satu mobil yang dikemudikan Waridi. Sesampainya di Blitar, sang istri sempat kembali meneleponnya.
"Dia di kamar sendirian telepon saya, lalu saya dengar dia diajak ibunya (Solikhatin, Red) untuk berangkat ke Tulungagung. Istri saya sempat nanya, ‘Aku melok a buk?’," ucap Suyono menirukan percakapan Yuniati dengan ibunya sebelum berangkat ke Tulungagung.
Di mata Suyono dan keluarga, Yuniati merupakan sosok istri yang baik di keluarga maupun dalam mendidik anak. Selain itu, dia juga dikenal ceria. Dengan kakaknya, Fitri, mereka sangat akrab. Sebab, mereka hanya dua bersaudara perempuan semua. Suyono menikah dengan Yuniati sejak tahun 2008 dan dikaruniai seorang anak laki-laki, Ahmad Marjuki Rojab.
"Sekarang dia kelas tiga SD, satu pondok di Ngoro, Mojokerto, dengan anaknya Mas Ali (kakak ipar korban)," jelasnya.
Kepada Radar Surabaya, Suyono mengaku sangat kehilangan istrinya. Namun, ia ikhlas dan sabar karena semuanya sudah terjadi dan kehendak Tuhan. Begitu juga dengan Machsun Ali Mukrof, suami almarhumah Fitri Nursyam.
Diberitakan sebelumnya, musibah menimpa sekeluarga asal Surabaya, Sabtu malam (26/1). Sebuah mobil Toyota Avanza nomor polisi (nopol) L 1147 BF berpenumpang 6 orang tercebur di Sungai Brantas. Tepatnya di penyeberangan perahu Ngunut, Tulungagung sekitar pukul 19.00.
Akibatnya tiga orang hilang tenggelam. Mereka, Fitri Nursyam, 34, warga Jalan Kedungasem atau Jalan Rungkut Lor IX, Siti Yuniati, 32, warga Jalan Rungkut Lor IX/5, Surabaya dan Siti Alfiah, 61, warga Dsn Jati, Pandansari, Ngunut Tulungagung.
Tiga orang lainnya selamat. Mereka Waridi, 56, (sopir), Sholikatin, 56, (istri Waridi), warga Jalan Rungkut Lor IX/5, dan Imam Shodikin, 44, warga Bendo, Ponggok, Blitar. (rus/jay)
Editor : Administrator