SURABAYA - Eko Mujiono, 53, terpaksa terbaring lemas di RSUD Dr Soetomo. Tangan dan kaki pria yang tinggal di area Kembang Kuning, Pakis, Sawahan ini hampir putus setelah dibacok oleh Abdul Waki, 37, warga Jalan Kupang Gunung Jaya 4 C/6 Surabaya yang tak lain adalah tetangganya sendiri. Pembacokan tersebut dilakukan saat korban duduk santai di area makam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pembacokan yang dilakukan Abdul Waki terhadap Eko Mujiono terjadi sekitar pukul 17.00, Senin (24/12). Saat itu, Eko sedang duduk di area makam didatangi oleh Abdul Waki. Dengan suara keras, Abdul Waki memaki korban tanpa alasan yang jelas. Tak hanya itu, Abdul Waki juga menghunus celurit di tangan kanannya.
Kemudian dengan membati buta, Abdul Waki menyerang korban dengan celurit hingga mengenai tangan kirinya. Mendapat serangan mendadak dari pelaku, korban dengan sekuat tenaga mencoba lari. Namun, pelaku dengan brutal kembali menyerang korban dan menyabetkan celurit mengenai betis kiri korban hingga nyaris putus.
Korban pun berteriak minta tolong hingga warga berdatangan ke lokasi. Kedatangan warga membuat pelaku ketakutakan dan memilih kabur. Setelah itu, korban dilarikan ke rumah sakit dengan kondisi kritis karena terus mengeluarkan darah.
Tak terima dengan perbuatan pelaku, kedua anak korban yakni Rudi dan Gianto melaporkan kejadian tersebut ke polisi, Selasa (25/12). "Kami sudah laporkan pelaku. Sebelumnya kami cari pelaku ke rumahnya, tapi dia sudah kabur. Informasinya ia lari ke Madura," ungkap Rudi saat dikonfirmasi, Rabu (26/12).
Menurut Rudi, keluarganya tak tahu pasti alasan pelaku membacok ayahnya. Namun sebelumnya, ia mengakui pernah terjadi cekcok antara kakaknya, Gianto, dengan pelaku. Saat itu, Abdul Waki tak terima lantaran Gianto teriak-teriak di depannya. Ia mengira jika teriakan itu adalah ejekan atau makian.
"Saat itu kakak saya sempat dipukul oleh Abdul Waki. Kakak mau melaporkan kasus tersebut, tapi dicegah sama bapak karena kasihan dengan keluarganya," jelasnya.
Namun pelaku yang masih dendam melampiaskannya ke ayah mereka. Hingga saat ini, menurut Rudi, ayahnya masih mendapatkan perawatan di rumah sakit. Dia harus menjalani dua kali operasi untuk menutup lukanya. "Kami berharap polisi segera menangkap pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," katanya.
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Sawahan AKP Haryoko justru mengaku tak tahu atas peristiwa pembacokan itu. Meski keluarga korban sudah melapor, namun Haryoko berdalih jika laporan tersebut belum sampai ke mejanya. "Belum ada laporannya, saya cek dulu," katanya. (yua/jay)
Editor : Administrator