SURABAYA - Pelarian Muhammad Rafi Hidayat, 23, beakhir di ujung pistol polisi. Warga Jalan Tenggumung Baru Selatan 71 D atau beralamat di Jalan Sidomulyo 1 C ini diringkus tim Jatanras Polrestabes Surabaya setelah melakukan aksi perampasan di sejumlah lokasi di Surabaya.
Polisi terpaksa menembak kakinya lantaran mencoba kabur dan melawan dengan menabrak polisi pakai motor saat hendak ditangkap. Apalagi Rafi sudah diburu selama delapan bulan. Dia ditangkap saat keluar dari tempat tinggalnya di Jalan Sidomulyo 1C, Senin (26/11) malam sekitar pukul 21.00.
"Tembakan peringatan dari kami tak digubris tersangka. Kami pun menindak tegas dengan melumpuhkan kakinya," ungkap Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Agung Widoyoko, Rabu (28/11).
Usai ditetapkan sebagai buron, Rafi sempat kabur dari Surabaya. Ada informasi dia bersembunyi di Ngawi. Saat dalam pelarian itu, Rafi diketahui sempat merampas handphone milik TH, 16, warga Jalan Kalianyar Surabaya.
"Saat beraksi, Rafi ini biasanya mengajak Hendra (sudah tertangkap). Mereka berkeliling di sejumlah lokasi di Surabaya dengan berboncengan motor," imbuhnya.
Sasaran komplotan ini adalah tas dan HP. Dalam beraksi, keduanya berbagi tugas dimana Hendra menjadi joki dan Rafi eksekutor. Saat beraksi, Rafi dikenal sadis. Sebab ia tak segan melukai korban jika melawan atau mencoba mengejar. Keduanya total sudah beraksi sekitar 20 kali di berbagai TKP di Surabaya. (yua/jay)
Editor : Administrator