SURABAYA – Tewasnya Tifani Kevinia Putri, 17, siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Rajasa, Jalan Gentengkali No 27 Surabaya akibat dijambret pelaku pencurian jalanan cukup memprihatinkan.
Apalagi, korban tewas setelah sempat menjalani perawatan di RSU Dr Soetomo akibat luka dalam di kepala setelah dijambret di Jalan Anjasmoro oleh dua pelaku yang berhasil kabur. Saat itu, korban yang tinggal di Jalan Ketandan Baru ini berkendara sendirian di malam hari.
Dari catatan Radar Surabaya, kawasan di sekitar Jalan Arjuno dan Anjasmoro memang rawan kejahatan jalanan. Sebab sebelumnya, ada korban lain yang terluka parah hingga tewas oleh ulah jambret di kawasan tersebut.
Berdasarkan data yang dihimpun ada beberapa kasus perampasan yang terjadi di kawasan Sawahan, khususnya Jalan Arjuno.
Pertama aksi perampasan pada Minggu (22/7), tiga orang perempuan asal Gresik menjadi korban jambret saat hendak pulang. Selain kehilangan HP, meraka juga mengalami luka lantaran terjatuh karena mempertahankan HP-nya.
Aksi kedua terjadi pada Senin (23/7), seorang mahasiswi PENS, Lanisya Febriani, menjadi korban perampasan di Jalan Arjuno. Saat itu ia sedang naik ojek online hendak ke Stasiun Pasar Turi.
Dua pelaku menarik tas mahasiswi tersebut. Hasilnya, gadis asal Lamongan itu terjatuh dan kepalanya terbentur aspal. Setelah sempat koma dan dirawat di RSU Dr Sutomo, gadis asal Lamongan ini tewas.
Sebelum Lanisya, dugaan kasus perampasan juga menimpa Maya Safitri pada Kamis, 5 Juli 2018. Pengusaha catering warga Jalan Ikan Dorang Baru tersebut tewas setelah terjatuh dari motor karena mempertahankan tasnya yang dirampas pelaku.
Namun karena tak ada bukti dan tak ada barang korban yang hilang, polisi menyimpulkan jika itu kasus kecelakaan tunggal meski ditemukan sejumlah kejanggalan. (yua/rud)
Editor : Administrator