SURABAYA - Pelaku perampasan kembali membawa korban. Kali ini korbannya adalah siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Rajasa, di Jalan Gentengkali No 27, Surabaya.
Korban diketehui bernama Tifani Kevinia Putri, 17, tewas setelah terjatuh saat mempertahankan tasnya ketika dirampas pelaku. Gadis yang tinggal di Jalan Ketandan Baru I, Surabaya ini meninggal setelah koma dan menjalani perawatan di RS Dr Soetomo selama sepekan.
Berdasarkan data yang dihimpun, aksi perampasan yang dialami Tifani terjadi di Jalan Anjasmoro, pada Senin (15/10). Saat itu, Tifani mengendarai sepeda motor sendirian usai mengantarkan temannya di kawasan Jalan Demak sekitar pukul 21.10 WIB.
Saat hendak pulang, siswi jurusan Administrasi Perkantoran itu dikuntit oleh dua pelaku yang berboncengan sepeda motor. Kemudian saat berada di tempat kejadian perkara (TKP), tas cangklong yang berisi sejumlah barang termasuk Handphone (Hp) dirampas oleh para pelaku.
Namun, Tifani mencoba mempertahankan tasnya hingga ia terjatuh dari motor. Akibatnya, dia mengalami luka parah di bagian kepala.
“Setelah itu, korban dibawa oleh anggota Polsek Sawahan ke RS Dr Soetomo,” ungkap Wakil Kesiswaan SMK Rajasa, Nurul Yakin Chotib saat ditemui di tempat kerjanya, Senin (26/11).
Menurut Yakin, setelah dibawa ke rumah sakit, kondisi korban dalam keadaan kritis. Sebab luka di kepala membuat ia koma selama seminggu. Kemudian setelah sadar dan menjalani perawatan, dokter sempat membolehkan dia pulang.
“Setelah beberapa hari rawat jalan, korban meninggal pada Jumat (23/11) lalu. Korban menderita luka dalam,” terangnya.
Menurut Yakin, dugaan korban menjadi korban perampasan berdasarkan informasi sejumlah teman korban dan bukti tali tas cangklong korban yang hampir putus saat coba dirampas pelaku. “Keluarga korban memang tak melaporkan kasus ini ke polisi,” terangnya.
Menurut Yakin, korban selama ini dikenal baik. Prestasinya juga bagus. Selama ini Tifani aktif dan loyal dalam kegiatan-kegiatan di sekolah. Termasuk menjadi anggota Paskibraka di sekolah. Pihak sekolah pun sudah memberikan support kepada keluarga korban atas apa yang menimpanya.
“Kami selaku guru dan juga teman-teman Tifani merasa kehilangan. Semoga dia mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya,” kata Yakin. Dia berharap kepada polisi agar menangkap pelakunya. Sehingga tak ada ‘Tifani’ lain yang menjadi korban.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran membenarkan adanya peristiwa itu. Menurutnya hingga saat ini timnya masih bekerja keras untuk memburu dna menangkap para pelaku.
“Kami masih bekerja untuk mengungkap kasus ini,” ujarnya singkat. (yua/jay)
Editor : Administrator