SURABAYA - Pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Jalan Kranggan ini memiliki pola unik tiap beraksi. Mereka selalu memilih hari Jumat. Terakhir, pelaku menggondol motor milik Sendy, 19, gadis yang kos di Jalan Kranggan Gang 6 dengan cara menjebol kunci stang.
Saat diperiksa, Sendy mengaku motor Honda Scoopy nopol L 3736 BR miliknya hilang pada Jumat siang (9/11). Menariknya, menurut dia, penghuni rumah kos itu sudah tiga kali kehilangan motor dalam dua bulan terakhir. Semua terjadi selalu hari Jumat. Entah siang atau sore.
“Dua pencurian sebelumnya, pelaku berhasil membawa dua motor Vario milik penghuni kos. Saat itu belum ada CCTV. Sekarang setelah kami pasang, masih kecurian lagi,” terang Sendy, Minggu (11/11).
Berdasarkan rekaman CCTV, motor Sendy hilang sekitar pukul 13.45. Saat itu, dia usai membeli makan di warung depan gang. Setelah kembali ke kos, motor warna abu-abunya tersebut yang diparkir di teras kos hilang.
“Saat saya mau berangkat kerja, motor saya sudah nggak ada. Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku sangat cepat merusak kunci kontak motor saya. Hanys sekitar sepuluh detik,” terang gadis yang bekerja di sebuah supermarket ini.
Sendy juga mengatakan dari rekaman CCTV terungkap jika sebelum menggondol motornya, pelaku sudah mencoba mencuri motor milik penghuni kos lain, yakni sepeda motor Vario warna merah. Namun pelaku gagal, sebab saat mencoba merusak kunci kontak motor, alarm berbunyi hingga membuat pelaku kabur.
“Setengah jam kemudian, pelaku kembali dan mengambil motor saya,”terangnya.
Menurut Sendy, pelaku pencurian itu ada dua orang. Mereka berboncengan mengendarai motor Honda Beat warna pink. Namun ia tak tahu pasti nopol motor pelaku. Dua pelaku tersebut berbagi tugas saat beraksi. Satu pelaku yang mengenakan helm warna merah dan memakai kemeja warna biru tua menunggu di luar di atas motor.
“Sedangkan pelaku yang mengambil motor saya mengenakan jaket warna putih ada corak merah dengan helm warna abu-abu,” jelas gadis yang sudah beberapa bulan kos di Jalan Kranggan itu.
Saat ditanya apakah ada keterlibatan penghuni kos lain, pihaknya tak bisa memastikan. Meski saat beraksi, pelaku terlihat sudah tak asing dengan kondisi kos tersebut. Namun karena penghuni kos banyak dan tak saling kenal, Sendy enggan menuduh.
Menurut Sendy, pencurian tersebut sudah dilaporkan ke Polsek Bubutan, selain itu, dia juga sudah menyerahkan bukti rekaman CCTV yang merekam aksi para pelaku.
Sementara itu, Kapolsek Bubutan, AKP Harianto Rantesalu mengatakan sudah menerima laporan korban. Tim juga sudah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi. “Kami masih melakukan penyelidikan untuk menangkap para pelaku, mohon waktu,” ungkapnya. (yua/jay)
Editor : Administrator