SURABAYA - Ditlantas Polda Jatim mengeluarkan analisa terkait masih tingginya angka kecelakaan di Jalan Tol Surabaya Mojokerto (Sumo). Sebelumnya Ditlantas Polda membentuk tim dan melakukan pengecekan lapangan. "Titik rawan potensi terjadinya kecelakaan mulai dari KM 715 hingga 710 jalur A dan B, dari arah jalan tol Surabaya- Jombang," ujar Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Heri Wahono Sabtu (10/11).
Menurut Heri, hasil analisa ini diharapkan bisa menjadi pedoman semua pihak, guna menekan angka kecelakaan lalu lintas di Jalan Tol Sumo. hasil analisa di lapangan yang ditinjau dari faktor alam atau jalan, kondisi jalan di Tol Sumo cenderung lurus, sedikit menikung serta menanjak. Kondisi jalan beton cor, rata dan tidak bergelombang.
"Penerangan jalan umum tidak ada, dan rambu lalulintas masih minim," sambungnya. Untuk analisa kecelakaan lalu lintas faktor kendaraan, penyebab paling banyak yaitu kecepatan di atas batas maksimal, dan pecah ban. Ditlantas Polda Jatim meminta pengguna jalan tol untuk waspada dan selalu hati-hati dalam mengemudikan kendaraan. Heri menuturkan, dari
Sementara, untuk faktor kelalaian manusia adalah mengantuk saat mengemudi. Di ruas jalan Tol Surabaya, Mojokerto hingga Jombang titik lelah pengemudi (mengantuk) berada di KM 720 hingga KM 715.
Sekedar diketahui, kecelakaan maut yang menewaskan istri Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar dan ajudannya juga terjadi di KM 716 Kamis (27/9) lalu. Pasca kecelakaan tersebut, kecelakaan juga terjadi di KM 720 Selasa (6/11). Lima orang meninggal dunia dan seorang luka berat dalam kecelakaan mobil Innova L 1594 IH yang menabrak truk N 8270 UK yang melaju di depannya.(rus/rtn).
Editor : Administrator